Cerita Mahasiswi yang Kisahnya Viral, Wisuda Tanpa di Dampingi Orang Tua

Facebook
Twitter
WhatsApp
Nurwahyuni Cole mahasiswi lulusan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) yang kisahnya viral setelah foto di pemakaman kedua orang tuanya.

Washilah – Salah satu mahasiswi lulusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar harus merasakan wisuda tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Nurwahyuni Cole yang sering di sapa Yuni telah lama ditinggalkan kedua orang tuanya dan tak sempat menyaksikan anaknya menyandang gelar S.Hum, Selasa (29/09/2020).

Gadis asal Desa Lempangang, Kabupaten Gowa ini diketahui saat ini hanya tinggal bersama seorang kakaknya. Awalnya Yuni membagikan kisahnya melalui laman Facebook hingga viral di beberapa media sosial.

“Beberapa bulan yang lalu saya tinggal bersama nenek dan kakak kandungku, tapi Allah sudah berkehendak lain, nenekku meninggalkan 1 bulan lalu dan akhirnya saya hanya tinggal berdua”, ungkapnya.

Ayah Yuni telah meninggal sekitar 14 tahun yang lalu, sementara itu ibu Yuni meninggal 6 tahun setelah ayahnya pergi.

“Bapak saya meninggal waktu saya kelas 3 SD tahun 2005, meninggal karena kecelakaan. Dan mama saya meninggal pada tahun 2014 waktu itu saya kelas 2 SMK,” bebernya.

Lanjut, kematian sang ibu sempat mengguncang Yuli karena kala itu dia juga sedang mempersiapkan diri untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL), ibunya meninggal secara tiba-tiba dan tidak dalam keadaan sakit.

“Waktu itu saya mau kasih bangun mamaku untuk sholat subuh tapi pas ka panggil ki tidak menyahut ki jadi saya pegangki tangannya sudah dingin dan kaku,” ujarnya.

Sebelumnya, Yuni mengungkapkan bahwa dirinya harus bekerja keras sejak duduk di bangku sekolah dasar untuk mendapatkan uang.

Namun, meskipun telah ditinggal oleh kedua orangtuanya, Yuni berhasil membuktikan kalau dirinya baik-baik saja dan akan terus berjuang mengatasi permasalahan hidup.

“Semenjak kelas 4 SD sampai tahun 2016 itu saya kerja di toko. Jadi di toko saya yang bantu-bantu, bungkusin gula, dan membungkus buah, begitu,” ucap Yuni.

Pada saat tamat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yuni berniat dan berusaha untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan ia berhasil lulus di kampus UIN Alauddin Makassar.

“Syukur alhamdulillah saya lulus di kampus UIN Alauddin Makassar dan mendapatkan beasiswa bidikmisi dari kampus, dari beasiswa itu saya bisa membayar SPP dan menutupi kebutuhanku selama 6 bulan,” bebernya.

Dengan semangat dan perjuangan kerasnya akhirnya ia bisa menyelesaikan pendidikan dan lulus dari Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar. Bahkan, ia berhasil lulus dengan peringkat cumlaude.

Penulis: Iva Anugrahwati
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami