Washilah – Puluhan massa aksi telah berbaris di belakang Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) bergantian menyampaikan aspirasinya dan menuntut permintaan maaf secara tertulis ditujukan kepada Ketua Jurusan Sosiologi Agama FUFP UIN Alauddin Makassar, Senin (31/8/2020).
Setelah kurang lebih satu jam melakukan orasi ilmiah akhirnya pihak Dekan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik memfasilitasi pertemuan antara massa aksi dan Ketua Jurusan Sosiologi Agama Wahyuni S sos dan yang dianggap telah melakukan intimidasi bersama suaminya terhadap Ahmad Fandi mahasiswa semester akhir jurusan Sosiologi Agama.
Dalam pertemuan tersebut antara kedua belah pihak saling membantah. Wahyuni mengelak ia dan suaminya melakukan intimidasi terhadap Ahmad Fandi.
“Saya itu kemarin nak ku elus-elusji, ku tanya jaki baik-baik dan ndak pernahka mendorong,” ucap Wahyuni.
Lalu Ahmad Fandi membalas agar masalah yang terjadi di internal jangan dibawa ke luar apalagi ada intimidasi.
“Kelewatanmi memang toh, harusnya masalah begini di diskusikan dengan baik dalam koridor akademik tidak dibawa keluar,” keluh pria yang akrab disapa Pandi.
Fandi menambahkan, ia akan menunggu niat baik Kajurnya untuk meminta maaf dalam mediasi, namun ia menganggap aksi ini adalah bentuk peringatan agar tidak mengulanginya lagi.
“Keinginan saya sebagai korban, ibu ayu meminta maaf secara tertulis hitam di atas putih supaya tidak mengulangi melibatkan orang di luar kampus untuk urusan akademik. Dan aksi hari ini adalah peringatan kepada birokrasi agar tidak melakukan intimidasi lagi, apalagi melibatkan orang diluar,” tutupnya.
Dr Muhsin selaku Dekan berharap masalah ini bisa diselesaikan secara baik di internal.
“Diselesaikan saja secara internal, jangan sampai meluas,” ucapnya.
Hingga tulisan ini dibuat, dalam pertemuan tersebut disepakati akan melakukan audiensi beberapa hari mendatang yang menghadirkan Kajur Sosiologi Agama dengan suaminya serta korban dan massa aksi yang terlibat.
Penulis : M Shoalihin
Editor : Rahma Indah











