Washilah– Akibat merebaknya wabah Covid-19, UIN Alauddin Makassar tahun ini menggelar wisuda angkatan 86 secara virtual. Untuk tetap merayakan keberhasilan menyelesaikan studi akhirnya alumni Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KIP) gelar wisuda bersama di Warung Kopi (Warkop) Dilike Cofe yang berlokasi di depan SPBU Samata.Selasa, (11/08/2020).
Fahmi salah seorang wisudawan yang ikut serta meramaikan acara tersebut menjelaskan bahwa ide ini muncul dari sesama wisudawan untuk melakukan wisusah bersama-sama.
“Untuk idenya itu dari teman teman yang jaraknya kediamannya berdekatan (makassar dan sekitarnya) untuk rayakan wisuda bersama supaya paling tidak walaupun online tetap bisa ada kebersamaan. untuk perencanaannya beberapa sudah rencanakan cukup jauh dan mendekati hari H baru di sampaikan ke teman teman lain yg mau join,” Jelasnya melalui pesan Whatshapp.
Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Rahmawati Haruna yang juga ikut serta meramaikan wisuda bersama tersebut mengatakan bahwa awalnya beliau hanya ingin membantu mahasiswa yang terkendala perihal kuota untuk datang ke rumah beliau jika berkenan sehingga tetap bisa ikut wisuda.
“Kita punya grub WA Jadi awalnya mereka mengeluh digrub masalah kuota, jadi saya bilang bagi anak-anak yang terkendala masalah kuota silahkan kerumahnya bunda karna dirumanya bunda itu ada Wifi,” Ucapnya.
Lebih lanjut beliau mengungkapkan jika ajakan tersebut memicu munculnya wacana-wacana baru diantara para wisudawan sehingga beliau memberi beberapa pertimbanga jika ingin melaksanakan wisuda di kediamannya.
“Nah disitu muncul idenya masing-masing, namun saya tetap meminta mahasiswa untuk meminta izin ke orang tua masing-masing jika ingin melaksanakan wisuda bersama. Akhirnya berkembang diskusinya dan mereka sepakat untuk wisuda bersama ditempat lain dan akhirnya tercetuslah ide di warkop,” terangnya.
Selain itu wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Prodi Kesejahtraan Sosial ini berkata bahwa ide ini murni dari para wisudawan dan beliau hanya ikut serta memenuhi panggilan para mahasiswanya yang di wisuda.
“Jadi seperti itu mereka desain sendiri kegiatannya setelah rampung menentukan tempatnya dimana, bunda tinggal diajak dan saya bersedia saja karna siapa tawwa yang mau anukan ki toganya,” Kata beliau dengan nada santai dan sedikit tertawa.
Sebagai tambahan ia juga mengungkapkan baywa tentu kegiatan ini penuh dengan kontroversi dan ada saja pihak-pihak yang kontra.
“Saya hanya berusaha membuat mereka, anak-anak saya merasa senang dan bahagia dengan momennya meskipun penuh dengan kontroversi begitu. Yang kedua itu sesuatu yang bagi saya tidak menjadi persoalan sepanjang mereka yang punya keinginan karna memang sudah izin sama orang tuanya masing-masing,” tegasnya.
Penulis: Ardiansyah
Editor: Nurul Wahda Marang











