Beredar Info Via WhatsApp Mahasiswa Akan Terima Bantuan Kuota, Ini Tanggapan Pimpinan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi

Washilah – Telah beredar informasi bahwa mahasiswa UIN Alauddin Makassar akan menerima bantuan kuota internet, mulai dari angkatan 2013-2019. Total bantuan tersebut sebanyak 2,5 M hanya untuk kebutuhan kuota mahasiswa.

Saat dikonfirmasi, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Dr Abdullah, Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Ilmu Politik (FUFP) mengatakan bahwa Wakil Dekan II telah menerima instruksi dari pusat untuk mendata semua mahasiswa.

“Tadi pada pukul 13.30 WITA kami mengikuti kuliah, disela diskusi itu, Wadek II menyampaikan informasi bahwa ada instruksi dari pusat untuk mendata semua mahasiswa yang akan diberikan biaya kuota dengan catatan diminta kepada pimpinan fakultas untuk mendata semua jurusan. Dengan format nama, NIM dan nomor handphone” ujarnya melalui voice note WhatsApp.

Ia menambahkan, untuk teknisnya yaitu mendata mahasiswa dari setiap jurusan yang ada di UIN Alauddin Makassar. Data yang terkumpul akan disetor ke masing masing Ketua Jurusan (Kajur), kemudian disatukan di fakultas dan diserahkan ke rektorat.

“Teknisnya menurut pak dekan untuk mendata itu, harus disetiap jurusan, dan setelah itu ketua kelompok menyetor ke jurusan dan jurusan mengumpulkan semua, kemudian disatukan di fakultas lalu diserahkan ke rektorat,” tambahnya.

Lanjut, mantan Kajur Jurusan Akidah Filsafat tersebut menuturkan pimpinan melakukan pendataan sambil menunggu informasi formal dalam bentuk surat edaran dari rektorat.

“Kita membuat data sambil menunggu informasi secara formal dalam bentuk surat edaran dari rektorat. Mudah mudahan biaya kuota itu memuaskan,” pungkasnya.

Selain itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Dr Firdaus Muhammad mengatakan dekan hanya proses sosialisasi kepada mahasiswa.

“Langsung ke Warek II, kami hanya proses sosialisasi catat NIM dan nomor handphone mahasiswa,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Wakil Rektor (Warek) II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan, Prof Wahyuddin enggan untuk berkomentar.

Penulis: Ulfa Rizkia Aprilia
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami