Washilah – Penulisan kreatif merupakan kebebasan untuk mengembangkan imajinasi atau mengungkapkan ide pikiran dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Penulisan kreatif penting dalam dunia kepenulisan, hal tersebut membuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa Alauddin (LIMA) UIN Alauddin Makassar membuka forum Kajian Daring dalam group WhatsApp.
Kajian ini mengankat tema “Mengenal Lebih Jauh Bidang Kepenulisan Kreatif” dan diikuti oleh anggota UKM LIMA. Materi kepenulisan kreatif ini diulas oleh salah satu jurnalis, penulis buku dan freelancer, Irma Puan Mawar dan dimoderatori oleh salah satu anggota UKM LIMA, Arya Nur Prianugraha, Kamis (7/5/2020).
Irma Puan Mawar menjelaskan bahwa dalam menulis kreatif dengan gagasan yang sama dapat menghasilkan karya tulisan yang berbeda, hal demikian dipengaruhi beberapa faktor.
“Meski gagasan sama, dapat menghasilkan tulisan yang berbeda, hal tersebut karena dipengaruhi beberapa faktor misalnya ingin menulis tentang Corona, pengalaman yang dialami oleh penulis, pengetahuan si penulis, kekayaan wawasan, bacaan-bacaannya akan menjadi faktor pendukung dari hasil tulisan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa menulis kreatif juga memiliki batasan, yang menjadi batasannya adalah bagaimana penulis memilih sudut pandang tulisan.
“Apakah menulis kreatif juga memiliki batasan? yah, ada batasannya seperti karya – karya jurnalistik yang dibatasi oleh sebuah sudut pandang yang akan diambil oleh si penulis, maka sudut pandang ini yang akan membedakan kita dengan media lain,” tambahnya.
Diakhir kajian, Irma Puan Mawar memberikan tips agar giat dalam menulis dan mengajak mengedepankan menjadi jurnalis yang jujur.
“Apresiasi diri sendiri dan menargetkan sesuatu menjadi pemicu untuk giat dalam menulis dan jangan lupa jadilah jurnalis yang jujur, tulisan yang mudah dipahami itu biasanya sulit untuk ditulis dan tulisan yang mudah untuk ditulis, sulit untuk dipahami,” tutupnya.
Penulis: Viviana Basri
Editor: Rahmania











