HMJ Sosiologi Agama Desak Birokrasi Siapkan Kuota Internet

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pamflet Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sosiologi agama yang mendek pimpinan untuk menyediakan kuota internet kepada mahasiswa, Minggu (29/3/2020).

Washilah – Berdasarkan surat edaran Dirjen Pendidikan Islam pada Kemenag RI nomor : 697/03/2020 menjelaskan bahwa masa perkuliahan secara daring diperpanjang hingga akhir semester genap.

Mengenai hal itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama mendesak kepada pihak kampus untuk memenuhi kewajibannya, yakni sarana dalam proses pembelajaran daring. Dalam hal ini kartu data atau paket internet bagi mahasiswa sesuai dengan aturan yang tertera pada surat edaran tersebut, Minggu (29/3/2020).

Sutriana selaku Ketua HMJ Sosiologi Agama mengatakan bahwa, salah satu upaya agar tuntutan tersebut direspon oleh pihak birokrasi yaitu melalui penyebaran tuntutan ke media sosial.

“Sistem tuntutan ya mungkin didiskusikan, lalu membuat informasi lalu mengumbar ke media sosial, untuk langkah awal mungkin masifkan dulu penyebaran tuntutan sampai mendapat respon kawan-kawan lalu kita mungkin diskusi lanjutan apakah langkah selanjutnya membuat opini misalnya, apakah banyak yang sepakat dengan isu ini atau perubahan tuntutan dengan beberapa pertimbangan,” Ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa untuk respon dari mahasiswa lain, Sutriana akan menunggu dalam jangka waktu 2 minggu lamanya.

“2 minggu paling lama, tapi respon atau tidak mungkin Juni baru bisa berupa tindakan, kemudian untuk tuntutan langsung ke birokrasi itu mungkin langkah terakhir dengan banyak pertimbangan apakah semua lembaga sepakat atau dari jurusan sosiologi itu sendiri, semakin banyak makin kuat juga tuntutan dan yang lain mau tidak mau pasti merasa ingin juga berpatisipan,” Jelasnya.

Mengenai hal itu Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik (FUFP), Fahuwa khaer mengatakan bukan hanya sosiologi agama yang merasakan, semua mahasiswa merasakan keresahan tersebut.

“Bukan hanya sosiologi agama yang merasakan keresahan tersebut, rata rata semua jurusan merasa ini memberatkan,” ucapnya.

Ia menambahkan mengenai persoalan ini, Dema sejajaran telah melakukan pendataan mengenai keresahan ini.

“Mengenai persoalan keresahan ini, Dema sejajaran pun juga sementara merangkum data dan keresahan teman teman mahasiswa yang lain, persoalan sosiologi agama tadi itu tidak ada masalah , itu adalah keresahan mereka, Itu sifatnya masih kampanye,” jelasnya.

Penulis: Nur Qalbina Razak
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami