LK Nilai Gerakan Mahasiswa Mulai Redup

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok: Washilah

Washilah – Mahasiswa UIN Alauddin Makassar saat ini tengah mengalami peredupan gerakan dalam menyikapi isu-isu yang beredar di kampus, pasang surut gerakan dikarenakan kurangnya kesadaran, kreativitas dan minimnya ruang aktivitas diskusi.

Hal itu diungkapkan sejumlah Lembaga Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar saat ditemui Reporter, Rabu (18/03/2020).

Salah satunya, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Menurut Nur Rachmatullah Amin, pasang surut gerakan mahasiswa dikarenakan tergantung seberapa kuat dan berpengaruh isu itu terhadap mahasiswa.

“Kalau pendapat saya utamanya saya mewakili dari lembaga di kesehatan, kenapa kemudian gerakan mahasiswa itu pasang surut di karenakan tergantung dari seberapa kuat dan berpengaruh terhadap mahasiswa, apabila isu mewakili keresahan mahasiswa maka gerakan itu akan masif, tapi apabila isu itu tidak mewakili mahasiswa maka isu itu akan sulit berkembang, dan gerakan itu akan surut kembali,” kata Ketua Dema FKIK ini.

Senada dengan itu, Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya (SB) ESa Iwan Mazkrib juga membeberkan. Menurut, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum tersebut pergerakan mahasiswa saat ini mengalami kemunduran karena kurangnya kreativitas dan aktivitas diskusi dalam ruang ruang ilmiah mahasiswa.

“Menurut saya pergerakan mahasiswa saat ini almengalami kemunduran. Mengapa demikian, dikarenakan hilangnya kreatifitas dan aktifitas diskusi dalam ruang ruang ilmiah mahasiswa. Misal kajian di tempat tertentu, di bawah pohon dll. Maka dari itu penyatuan pemahaman dan informasi berhenti. Maka gerakannya demikian,” tegasnya.

Hal itu juga diungkapkan Ketua Umum Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Iksan Bayu Aji Saputra. Ia mengatakan pergerakan mahasiswa di UIN saat ini terlihat pasang surut.

“Gerakan mahasiswa di UIN saat ini terlihat pasang surut karena tidak adanya komunikasi mengenai gerakan gerakan dari Dema-U hari ini, seharusnya peran Dema-U hari ini mengkoordinir semua golongan mahasiswa yang ada di UIN,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas (Dema-U) UIN Alauddin Ahmad Aidil Fahri juga merasakan, gerakan mahasiswa UIN Alauddin saat ini redup dalam menghadapi isu isu yang ada yang terjadi.

“Kalau untuk gerakan mahasiswa di UIN hari ini bisa dikatakan redup karena kurangnya kesadaran dari teman teman mahasiswa dalam menyikapi isu isu yang terjadi. Jangankan isu diluar kampus, isu didalam kampus saja mereka seolah olah tidak tahu dan bahkan enggan terlibat, Bahkan kita sudah jarang melihat aktivitas mahasiswa yang produkktif seperti diskusi ditempat umum,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuka kembali kesadaran mahasiswa.

“Ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam membuka kembali kesadaran mahasiswa salah satunya itu dengan adanya ruang publik untuk para mahasiswa dan yang terpenting ialah peran dari lembaga kemahasiswaan dalam membuat sebuah program yg produkktif contohnya di tataran HMJ, mengaktifkan kembali kajian atau diskusi ditataran mahasiswa dalam artian sebuah awalan, kita harus memulai membentuk dari bawah,” tutupnya.

Penulis: Mutmainnah S. Sabrah
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami