Hari ini dunia sudah tak ramah lagi
Aku yang sudah tak berani tampak ke permukaan
Sudah pasti tenggelam dalam buku dan bacaan
Sekarang ini punggung-punggung tegap dengan kekuasaan
Senyum-senyum merekah karena kejayaan
Mereka menyengir sebab dunia pun serasa sudah dapat digenggam
Mari telisik lebih dalam negeri ini
Mari telisik lebih dalam kampus ini
Mari telisik lebih dalam kelompok ini
Atau marilah telisik sedalam dalamnya diri ini
Kau temukan apa?
Kebenaran yang kau pikir itu kebenaran?
Padahal hanya pecahan kaca yang dijatuhkan dari langit dan pecah tercecer di mana-mana
Barangkali mungkin kata usang yang dipelintir sebenar-benarnya hingga benar
Ah, manusia memang kadang kurang berpikir
Bilangnya saja makhluk berpikir
Nyatanya rasis sana sini
Serakah bukan main sama saudara sendiri
Menendang membabi buta keburukan di depan mata
Lupa kalau diri sendiri juga bernoda
Sudahlah, dunia sudah tak ramah lagi
Sedih bumi pertiwi katanya
Berbisik lirih
Merintih sedih
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) semester V.











