Washilah – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya (SB) Sultan Alauddin (eSA) UIN Alauddin Makassar melakukan persiapam menjelang kegiatan Lafadz Budaya Islam dalam Ruang Lingkup Kesenian (Labirin) dan Seleksi Calon Anggota Penuh (Escape), yang akan berlangsung selama tiga hari pada tanggal 10 Desember hingga 12 Desember 2019 mendatang.
Labirin yaitu kegiatan kesenian yang berbau keislaman dan dilaksanakan untuk memperingati kelahiran nabi Muhammad Saw, sedangkan Escape merupakan kegiatan pengkaderan para anggota yakni anggota biasa menuju anggota penuh atau biasa o disebut tahapan kaderisasi. Akan dilaksanakan di tiga tempat diantaranya pelataran Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), depan PKM dan khusus untuk pembukaan di depan gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar.
Ketua panitia, Muh Rizal Hanafi mengatakan dari segi persiapan sudah hampir
rampung.
“Dari persiapan pelatihan sudah 80 persen, sedangkan untuk panggung baru 30 persen, nanti mulai dari isya sampai jam 9 latihan garapan pementasan kolaborasi dari musik, paduan suara dan tari yang akan dikolaborasikan menjadi satu pementasan. Selain itu persiapan galeri berupa pajangan lukisan dan foto sekaligus gerbang masuk masih sementara dibuat,” jelasnya, Rabu (4/12/2019).
Selain itu ketua umum eSA, Reski Adi Sijaya mengungkapkan karena adanya larangan beraktivitas malam sehingga menjadi salah satu kendala kami.
“Kami terkendala di segi persiapan waktu karena adanya larangan aktivitas kegiatan malam, namun ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami, kalau pun nanti tidak diizinkan untuk melakukan kegiatan malam, maka tugas kami adalah bagaimana melakukan kegiatan pementasan di siang hari dengan tidak menurunkan kualitas pementasan,” tuturnya, Rabu (4/12/2019).
Reski Adi Sijaya memberikan pesan singkat untuk tetaplah semangat bagaimanapun tantangan yang dihadapi.
“Untuk kegiatan kesenian dari berbagai elemen yang ada di UIN Alauddin Makassar tetap semangat dan jangan pernah mundurkan langkah untuk berinovasi dan berkreativitas apapun dan bagaimanapun bentuk tantangannya, tetaplah berjalan pada koridor kesenian dan budaya, salam budaya,” tutupnya.
Penulis: Irmayanti & Lismardiana Reski (Magang)
Editor: Dwinta Novelia











