Saat mataku terbuka oleh mentari
Di jendela kau tampakkan dirimu dengan begitu indah
Bukan mimpi kau ajakku menari
Saat saya berdiri, kau beranjak pergi
Saat seluruh capek melanda jiwaku
Terlihat bayangmu tersenyum padaku
Belum terucap kata sapa oleh lisanku
Kau sudah menghilang dengan bayangmu
Saat damai temaram lampu api
Ilusimu nampak untuk kesekian kaliya dihadapanku
Kudekati dengan sejuta emosi
Tak kusangka kau selamanya beranjak pergi
Saat ku berjalan, kau singgah menghadangku
Kini kuabaikan, tak ku hiraukan bayangmu
Tak hiraukan kau menangis semu
Aku capek jadi cermin ilusimu
Pagi hari…
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakuktas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester VII.











