Pancasila Ideologi Bangsa Indonesia

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Hendra J

Oleh: Hendra J

Pancasila merupakan salah satu hal terpenting dalam Negara kita. Pancasila adalah suatu pedoman yang dipegang erat bangsa Indonesia. Istilah Pancasila yang pertama kali diperkenalkan oleh Presiden pertama Ir. Soekarno pada saat sidang BPUPKI. Kemudian dipertegas tentang Pancasila sebagai dasar Negara telah disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 alinea IV. Untuk itu sebagai warga Negara, sudah menjadi kewajiban untuk menjunjung tinggi Pancasila dan menjadikannya sebagai pedoman dalam berperilaku sehari-hari.

Pancasila bukan sekedar sebagai simbol persatuan dan suatu kebanggaan bangsa. Tetapi, Pancasila adalah acuan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, kita wajib mengiplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bernegara. Perilaku sehari-hari kita harus mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila tidak harus menjadi aparat negara. Nilai pancasila dapat kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan memulai dari hal-hal kecil. Misalnya bermusyawarah dengan masyarakat tentang permasalahan lingkungan sosial.

Pancasila dirumuskan dalam semangat kebersamaan. Salah satunya kita dituntut untuk saling menghargai suatu perbedaan. Perbedaan pendapat tidak menjadi suatu hambatan untuk capaian yang lebih baik. Hal itu yang patut kita maknai dalam-dalam. Pada saat perumusan Pancasila para tokoh mencerminkan semangat kebersamaan dan jiwa kesatria dan menerima perbedaan apapun saat perumusan dasar Negara.

Pancasila sudah melewati perjalanan yang sangat panjang dan berbagai rintangan telah dilalui dan mampu bertahan menghadapi ronrongan para pemberontak. Oleh karena itu, kita patut bangga memiliki dasar Negara yang kuat. Bukan cuman bangga kita juga harus memaknai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menghargai perbedaan dalam kehidupan sosial.

Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki berbagai suku, budaya yang berbeda-beda. Tetapi patut kita sadari bahwa dengan keberagaman itu dapat membuat Indonesia lebih kuat seperti PANCASILA.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) semester II.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami