Washilah – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni budaya (SB) Sultan Alauddin (eSA) menggelar Eksibisi Eksibanat XXII bertajuk “bohea”, di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Lantai 1 Kampus II UIN, Samata-Gowa, Sabtu (27/04/2019).
Dalam pementasan tersebut, bohea diyakini sebagai manusia pertama turun di kawasan adat Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi selatan, mengajarkan pasang (Pesan) terhadap masyarakat adat yang sampai sekarang masih dijaga.
“Teman-teman ingin mengangkat satu tema kebudayaan, yang memiliki peran dan fungsi penting di masyarakat, khususnya di Sulawesi selatan untuk dilestarikan. Olehnya itu, tahun ini kami terfokus pada satu kebudayaan yakni suku Kajang dan tahun depan akan ada kebudayaan berbeda,” ungkap , Muhyiddin Ansar, ketua panitia Eksibanat XXII.
Sementara itu, Ketua Umum UKM SB eSA, Reski Adi Sijaya mengatakan, mereka menampilkan hasil ekplorasi bakat yang panjang dan menghasilkan kesan berbeda di pementasan setiap tahunnya.
“Peserta eksibanat ini saya harap bisa tertanam pembentukan mental, kekompakan, serta terus mengembangkan minat dan bakatnya di UKM SB eSA,” harapnya.
Tak hanya itu, mahasiswa jurusan jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu juga berpesan untuk pengurus agar bersama-sama mengawal anggota baru.
“Mari kawal anggota baru, karena eSA masih memiliki banyak program kebudayaan lainnya. Serta, untuk para pimpinan agar mengapresiasi semua kegiatan mahasiswa khusunya di UKM Seni Budaya eSA,” tandasnya.
Diketahui, kegiatan ini rangkaian dari open recruitment anggota baru UKM SB eSA, yang dimulai pada awal maret, yakni, dari pendaftaran, screening, lacak bakat, indoor, outdoor hingga ke pementasan.
Selain itu, Eksibisi merupakan proses akhir dari rangkaian Eksibanat, dan menampilkan delapan karya seni seperti, musik, vokal, teater, sastra, tilawah, rupa, sinema serta fotografi.
Penulis : Emiliana
Editor : Muhammad Aswan Syahrin











