Melalui Kuliah Umum, Prodi HI Kenalkan Dunia Diplomasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Rektor Uin Alauddin Makassar Prof Dr Musafir Pababbari MSi bersama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD) untuk wilayah Bangkok, Thailand yakni Prof Dr Mustari Mustafa M Pd, saat bertukar cinderamata dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh jurusan Hubungan Internasional (HI). Kegiatan ini bertempat di Gedung Rektorat Lantai 4 kampus II, Samata-Gowa, Rabu (20/02/2019).

Washilah – Program studi Hubungan Internasional (HI) kerjasama dengan Internasional Office UIN Alauddin Makassar, menggelar kuliah umum di Gedung Rektorat Lantai 4 Kampus II, Samata-Gowa, Rabu (20/02/2019).

Kegiatan tersebut menghadirkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD) untuk wilayah Bangkok, Thailand, Prof Mustari Mustafa dan untuk wilayah Riyadh, Arab Saudi, Ahmad Ubaidillah.

Pada kesempatan itu, Mustari Mustafa yang juga alumni UIN Alauddin Makassar menceritakan kisahnya saat ia mengikuti seleksi ATDIKBUK. Menurutnya hanya sekadar untuk mendapatkan pengalaman namun kemudian merasa tertantang untuk melanjutkannya.

Lanjut, mantan Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) ini mengungkapkan, ia sebagai alumni UIN Alauddin tengah membangun hubungan dengan Direktorat Jenderal Luar Negeri.

“Ini positif sekali menurut saya agar pandangan pikiran atau tradisi yang ada di Kementerian Luar Negeri itu sudah ada masuk ke institusi kita sehingga kita sudah tidak asing dengan dunia diplomasi itu,” bebernya.

Terkait Four Point Zero, Mustari Mustafa menjelaskan bahwa ini sudah jadi perbincangan Internasional namun bisa jadi dinegara kita ada hal-hal yang bisa diterapkan secara khusus.

“Kalau kita ingin menerapkan segala hal menjadi berbasis online misalnya pendidikan. Semua sistemnya online tidak pernah bersosialisasi secara nyata itu juga akan merusak karakter anak,” ungkapnya.

Selain Mustari Mustafa, Ahmad Ubaidillah juga menceritakan kesan awalnya sebagai Atase. “Ketika berbicara Saudi Arabia yang terbayang sebelum menjadi Atase adalah Haji, Umroh, Tenaga Kerja Wanita (TKW), atau Indomie. Indomie jadi ikon Indonesia di Saudi Arabia.”tuturnya.

Untuk diketahui ATDIKBUD merupakan salah satu bagian dari kedutaan Republik Indonesia (RI) yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan.

Penulis : Hadziratul Qudsyah Kasim
Editor : Suhairah Amaliyah

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Dummy Edisi 6 Maret

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami