Washilah – Perpustakaan UIN Alauddin Makassar memiliki alat baru nan canggih untuk mendeteksi jumlah pengunjung. Alat tersebut digunakan untuk mempermudah laporan indeks kunjungan perpustakaan. Rabu (09/05/2018)
Alat tersebut baru dioperasikan beberapa hari yang lalu. Bagi mahasiswa yang belum melakukan registrasi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), harus memvalidasi data terlebih dahulu di Lantai III.
Pihak perpustakaan menyediakan kartu tersendiri bagi yang tidak terdaftar sebagai mahasiswa UIN Alauddin, mereka akan terdaftar sebagai pihak eksternal dan berstatus sebagai tamu yang berkunjung ke perpustakaan, Hal tersebut diungkapkan oleh kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Quraisy Mathar.
“Hal ini tidak hanya berlaku pada mahasiswa namun juga dosen-dosen melakukan validasi bahkan sampai cleaning service. Terkhusus untuk cleaning service diberikan kartu tersendiri untuk bisa masuk,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan jika dengan cara inilah pengunjung perpus akan terbaca oleh sistem. Akan diketahui siapa mahasiswa yang paling rajin ke perpustakaan, siapa mahasiswa yang rajin pinjam buku bahkan akan diketahui siapa mahasiswa yang selalu lambat mengembalikan buku. Kita berencana untuk memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang rajin berkunjung ke perpustakaan.
“Ini bukan hal baru karena sudah sejak lama diberlakukan. Alatnya saja yang baru, itu karena sistem yang baru tidak bisa lagi membaca sistem yang lama,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Irfan mengatakan, adanya alat baru memperlambat untuk bisa masuk ke perpustakaan, antrian panjang dan harus menvalidasi terlebih dahulu.
“Saya sudah kedua kalinya masuk ke perpustakaan, yang pertama harus mengantri. Apalagi banyak mahasiswa yang buru-buru jadi memperlambat dengan adanya antrian,” tuturnya.
Penulis: Rahmania
Editor: Desy Monoarfa











