Washilah – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat manusia yang kebutuhannya mencari hal-hal terbaru di hujani drngan tsunami informasi. Akhir-akhir ini ihwal mengenai hoax ramai diperbincangkan.
Termasuk diskusi publik yang diikuti oleh anggota Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa Alauddin (LIMA) Washilah, Desy Ekawati Monoarfa yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Penerbitan Kampus (UKPM) Teknoktra Universitas Lampung dengan tema “Media dalam Bayangan Hoax”.
Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Arfi Bambamni Amri yang juga salah satu pembicara mengatakan, berpendapatlah dengan sah, legal. Dengan begitu, hoax akan jadi minimalis.
“Perbedaan pendapat membuat hoax tidak seperti sekarang. Itu akan jadi minimalis,” ujarnya saat mengisi diskusi publik.
Dia juga menambahkan kita harus selektif memilih data yang ingin di ambil, terutama dari media online. Data sumber informasi media online itu dua, manusia dan produk budaya.
Ia berpesan kepada peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Gebyar Etalase Jurnalistik 2017 agar tetap mengedepankan observasi di lapangan.
“Observasi harus menjadi saksi. Base on fact,” tutupnya.
Penulis : Desy Monoarfa
Editor : Nur Isna











