Seminar Internasional UIN Alauddin Tuai Protes, Mahasiswa Bentangkan Spanduk Penolakan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pembentangan spanduk oleh sejumlah mahasiswa yang memprotes Seminar Internasional yang diselenggarakan UIN Alauddin di Gedung Auditorium Kampus II, Senin, (17/11/2025). | Foto: Istimewa.

Washilah — Sejumlah mahasiswa UIN Alauddin Makassar melakukan aksi pembentangan spanduk sebagai bentuk penolakan Seminar Internasional Two States Solution yang digelar oleh pihak kampus di Auditorium Kampus II, Senin, (17/11/2025).

Dari pantauan reporter Washilah, awalnya seminar berjalan dengan lancar, namun menjelang sesi tanya jawab, sekelompok mahasiswa UIN Alauddin melakukan aksi pembentangan spanduk bertajuk “Two States Solution adalah Legitimasi Penjajahan, Genosida, dan Penjarahan tanah oleh Zionis Israel atas Rakyat Palestina” yang kemudian diamankan oleh pihak Satuan pengaman (Satpam).

Salah satu mahasiswa yang menolak, Muhammad Aam D mengatakan bahwa seminar ini merupakan bentuk sosialisasi dan ideologisasi untuk melanggengkan legitimasi kemerdekaan israel di atas penderitaan rakyat palestina.

“Seminar ini merupakan doktrinisasi di ruang lingkup perguruan tinggi agar masyarakat akademik bisa menerima wacana Two State Solution sebagai langkah praktis, padahal ini adalah kesalahan yang sangat fatal,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bagaimana tindakan represif militansi israel yang secara kejam melakukan pembunuhan masyarakat sipil, perobohan mesjid, pemerkosaan dan bahkan pembakaran Al-Qur’an.

“Teruntuk bapak Hamdan Juhannis jangan sampai menimbukan indikasi keterkaitan pembelaan terhadap zionisasi israel atas rakyat palestina,” ucapnya.

Senada dengan itu, salah satu massa aksi, Kahfi menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak security yang memblokade pengangkatan spanduk sebagai aksi simbiolik.

“Sepanjang kampus membahas demokrasi pada seminar yang berlangsung, namun pada nyatanya tidak mencerminkan representasi demokratis,” jelasnya.

Penulis: Amerta/ Magang
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami