Washilah — UIN Alauddin Makassar laksanakan hari kedua wisuda angkatan 115 sekaligus jadi wisuda terakhir di tahun 2025 dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa, (21/10/2025).
Sebanyak 940 wisudawan dan wisudawati pada hari ini yakni, 21 wisudawan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), 138 wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), 37 wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUFP), 130 wisudawan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), 105 wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), 118 wisudawan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), 100 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 113 wisudawan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), 144 wisudawan program magister serta 34 wisudawan program doktor.
Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis berpesan kepada pada wisudawan pentingnya menjadi sarjana berdampak, yaitu sarjana yang selalu memberi kesan inklusif, bukan eksklusif, sarjana yang kehadirannya selalu menyejukkan. Selalu mengisi ruang publik dengan gagasan yang menyejukkan hati, bukan sarjana yang mengisi ruang digital dengan hal-hal yang tidak penting dan terkadang menimbulkan kegaduhan.
“Bila ingin jadi sarjana yang berdampak adalah dengan mempromosikan kecerdasan nya, tugas kalian adalah membangun jati diri kalian, dekorasi diri kalian dengan dekorasi kehidupan, jadilah pribadi yang memikat be attractive for chase,” katanya.
Salah satu wisudawan, Yayan Jufrian jurusan Manajemen Haji dan Umroh yang mulai bekerja di semester enam menjadi marbot di masjid kampus.
“Saya juga tinggal di masjid kampus dan sebagai salah satu marbot di masjid kampus. Pesan saya untuk teman-teman, tetap semangat untuk mendapatkan gelar dan mencari pekerjaan setelah selesai menempuh studinya,” ucapnya.
Penulis: Zahra Awalia (Magang)
Editor: Hardiyanti











