Washilah — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) adakan Dialog Perlawanan dan Pameran Seni yang berlangsung di Pelataran FAH, Kamis (25/9/2025).
Ketua DEMA FAH, Saldiandsyah Rusli mengatakan kegiatan ini menjadi refleksi bagi seluruh mahasiswa UIN Alauddin Makassar untuk tidak melupakan sejarah kelam yang telah terjadi.
“Menolak lupa, September Hitam bukan hanya tentang tragedi di masa lalu, tapi juga tentang bagaimana kita menyikapinya hari ini,” ujarnya.
Ia berharap dialog perlawanan ini menjadi momentum bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar untuk memperjuangkan keadilan dan menolak lupa tragedi-tragedi yang terjadi di bulan September serta membangkitkan kesadaran dan memperkuat komitmen untuk menolak lupa dan memperjuangkan keadilan.
“Kita harus terus memperjuangkan keadilan dan tidak melupakan sejarah kelam yang telah terjadi,” ucapnya.
Salah satu narasumber, Akram menuturkan kegiatan ini hadir untuk mengingat kembali sejarah kelam yang terjadi di masa lalu juha menjadi pengingat sejarah kelam yang terjadi di lingkup kampus kita di UIN Alauddin Makassar yaitu, peristiwa SE 259,” jelasnya.
“Saya harap mahasiswa UIN Alauddin Makassar dapat menjadi pemantik tindakan untuk memperjuangkan keadilan dan menuntut pencabutan Surat Edaran 259 yang masih berlaku hingga saat ini,” katanya.
Penulis: Zahra Awalia/ Gholib Al Hakam (Magang)
Editor: Hardiyanti











