Washilah — Kericuhan antara mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) di hari ketiga Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) berimbas pada penundaan PBAK tingkat Jurusan pada hari Jumat, (29/8/2025).
Salah satu saksi, Sultan (bukan nama sebenarnya) menyebut kericuhan antara kedua fakultas tersebut diduga berawal dari kasus penikaman terhadap seorang mahasiswa FST yang dilakukan oleh salah satu oknum mahasiswa yang belum secara resmi menjadi mahasiswa FUF.
“Dia belum jadi anak FUF karena masih mengurus berkasnya,” terangnya.
Kejadian bermula pada pagi hari sebelum PBAK tingkat jurusan dimulai, salah satu panitia PBAK FUF, Putra (Bukan nama sebenarnya) sempat melihat adanya mahasiswa FST di Kawasan parkiran FUF, hingga beberapa saat kemudian mahasiswa FST datang dari arah taman FUF dan mulai merusak spanduk serta properti lainnya.
“Dari awal memang saya lihat ada Mahasiswa FST di parkiran, cuman setelah itu mereka pergi dan saya kembali mengatur maba. Tapi, mereka datang lagi dari arah taman terus mereka sobek itu spanduk. Mereka hancurkan pokoknya, akhirnya saya arahkan maba ini untuk ke masjid supaya aman,” ungkapnya.
Saksi lainnya, Rifki (bukan nama sebenarnya) menambahkan, dirasa telah kondusif para maba kembali diarahkan keluar untuk berbaris di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya. Tiba-tiba dari arah belakang Putra mendapat serangan dari Mahasiswa Fakultas Saintek.
“Tiba-tiba dari masjid mereka lari ke saya mereka dorong dan main tangan. Kesal juga mau melawan, tapi tidak bisa karena takutnya mereka bawa sajam (senjata tajam),” terang salah seorang mahasiswa Ushuluddin yang juga panitia PBAK FUF.
Salah satu anggota HMJ di FUF, Satria (bukan nama sebenarnya) mengatakan akibat insiden tersebut, seluruh mahasiswa baru FUF dipulangkan sehingga rangkaian PBAK tingkat jurusan ditunda.
“Kalau soal PBAK Jurusan, bukan ditiadakan tapi tetap diadakan cuman belum tentu apakah offline atau online,” ucapnya.
Menanggapi Kericuhan, Dekan FUF, Prof Muhaemin Latif belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut lantaran kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk saat ini kami masih mengusut kronologi kejadian yang lengkap serta jelas, agar terhindar dari apa yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Penulis : Muh Yudhistira Fahrezi/ Nur Apriyanti Dewi (magang).
Editor: Nur Rahmah Hidayah.











