Washilah — Kesatuan Mahasiswa Pinrang (KPM) Koperti UIN Alauddin Makassar mengadakan kegiatan Sekolah Pendidikan Kritis bertajuk “Buku, Cangkul, dan Perlawanan: Menanam Pendidikan Kritis di Tanah Rakyat,” yang berlangsung di Sekretariat KMP, Jln. Mamoa1 No.46A Makassar, Jumat (4/7/2025).
Ketua KMP Koperti UIN Alauddin, Farid menuturkan kegiatan ini bertujuan membentuk nalar kritis dan keberpihakan terhadap kaum tertindas.
“Sekolah ini bukan hanya forum belajar, tetapi ruang pengorganisasian kesadaran. Tujuannya bukan mencetak ahli, tapi menumbuhkan keberanian untuk berpihak,” katanya.
Salah satu peserta, Akram menilai kegiatan ini membuka pandangannya terhadap banyak hal yang sebelumnya tidak ia sadari.
“Setiap pemateri memberi warna baru dan hal paling berkesan bagi saya adalah saat membahas analisis wacana kritis. Saya jadi paham bahwa wacana itu bukan sekadar teori, tapi sangat dekat dengan keseharian kita,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa ilmu yang diperoleh mendorongnya untuk mengupayakan penyadaran di lingkungannya. Ia menyadari hal-hal yang sebenarnya salah ternyata selama ini dianggap normal dalam sistem pendidikan.
“Dari situ, kita bisa membangun kesadaran kolektif bahwa perubahan memang dibutuhkan,” ungkapnya.
Penulis: Ririn Dwi Ariyanti (Magang)
Editor: Hardiyanti











