Washilah — Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar keluhkan informasi terkait lokasi dan pengelompokan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tak kunjung diumumkan, Rabu, (9/7/2025).
Salah satu Mahasiswa KKN, Rosa (bukan nama sebenarnya) menuturkan bahwa jika mengacu pada informasi sebelumnya, pengumuman pembagian kelompok dan lokasi KKN seharusnya telah disampaikan pada 3 Juli lalu, namun hingga saat ini pihak LP2M tak kunjung memberikan informasi tersebut.
“Waktu pembekalan di tanggal 2 saya diberitahu kalau besok itu akan melakukan pembekalan bersama pembimbing, teman-teman gugus, serta informasi lokasi KKN. Nyatanya sampai sekarang tidak ada info,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan keresahannya terkait tidak adanya kepastian lokasi KKN, begitu pula yang dirasakan mahasiswa lainnya.
“Beberapa keluhan di grup KKN termasuk saya sendiri, Kami membutuhkan kepastian cepat terkait Lokasi KKN,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala LP2M, Prof Saleh Ridwan mengungkap salah satu alasannya ialah sejumlah dosen pembimbing yang melakukan survei lokasi belum kembali dari lapangan
“Sekarang, pembimbing turun untuk survei lokasi dan bertemu dengan Camat, Kepala Desa, dan Lurah guna memastikan kesiapan mereka dalam menerima mahasiswa, namun sampai hari ini masih ada dosen yang belum kembali dari lokasi survei dan bahkan ada yang tertunda,” ungkapnya kala diwawancara di Gedung LP2M.
Saleh juga menjelaskan pihak LP2M masih melakukan koordinasi dengan kecamatan untuk memastikan kesiapan setiap daerah dalam menerima mahasiswa
“Kami masih melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan semua pihak. Harapannya adalah pada saat pemberangkatan, Camat akan menerima mahasiswa KKN secara resmi di kecamatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saleh mengatakan informasi lokasi paling lambat akan disampaikan pekan ini dan tidak memengaruhi jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Saya usahakan pembagian lokasi akan diumumkan paling lambat Sabtu atau Malam Minggu setelah dosen pembimbing menyelesaikan survei mereka dan rencana pemberangkatan tetap dimulai tanggal 21 Juli,” jelasnya.
Penulis: Andi Abhar (Magang)
Editor: Nur Rahmah Hidayah











