Dialog Publik HMI Syariah, Pantik Mahasiswa Berpikir Kritis

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pemaparan materi oleh Anggota Kemenkumham Dema-U, Ardan Hidayat dalam Dialog Publik yang dilaksanakan HMI Komisariat Syariah dan Hukum Cabang Gowa Raya, di Warkop Mau.Co, Sabtu (19/8/2023). | Foto: Istimewa.

Washilah – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah dan Hukum Cabang Gowa Raya laksanakan Dialog Publik di Warkop Mau.Co, Sabtu (19/8/2023).

Kegiatan tersebut bertajuk “Refleksi Kemerdekaan: Stabilitas Hukum, Politik, Pendidikan, dan Keamanan Pasca 25 Tahun Reformasi”.

Salah satu narasumber, Ardan Hidayat mengatakan regulasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menggiring pelajar menjadi tenaga kerja industri bukan sebagai pencipta industri yang dikelola langsung oleh masyarakat.

“Dampak dari MBKM yang tidak bagusnya itu mengarahkan pelajar untuk menjadi tenaga kerja industri bukan membentuk ekosistem yang akan membangun industri yang dikelola oleh masyarakat,” katanya.

Selain mengkritik persoalan regulasi, dia juga menyampaikan keresahannya terhadap metode gerakan mahasiswa yang terbilang cukup monoton dari masa ke masa.

“Di bawah cengkeraman kapitalisme ini kita harus membuat gerakan yang lebih maju, bukan hanya membangun kesadaran ekonomi tapi juga kesadaran politik, bukan hanya berjuang di luar parlemen tapi juga berjuang di dalam parlemen,” kata Anggota Kementerian Hukum dan HAM Dema-U tersebut.

Sementara itu, salah satu peserta, Muh Sukri mengatakan diskusi ini dapat memantik daya kritisnya.

“Untuk melihat kondisi bangsa pasca reformasi terkait kebijakan pendidikan,” tutupnya.

Penulis: Amar Ma’ruf (Magang)

Editor: Nabila Rayhan

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami