Tentatif

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi : Washilah-A Muh Saleh

Oleh : Rahmat Rizki

Kita semua dilahirkan tanpa pilihan 

Adakah manusia yang bisa memilih?

Lahir, tumbuh, berkembang

Dari pucuk menjadi layu, muda menjadi tua, menjadi usang

 

Terbit lalu terbenam

Bercinta lalu mati 

Ada lalu tiada

 

Ada pula yang lahir dan merasakan hidup

Kemudian merasakan bahagia

Terlarut dan dicandu kebahagiaan

Keluarga, materi, cinta, dunia, dan semuanya

 

Senang, namun hanya sementara

Yah, semuanya tentatif

Menyisakan gumpalan kerakusan meminta dipenuhi

Terisi lalu hilang dan kembali rakus lagi

 

Bahagia datang melahirkan penderitaan

Lalu sedih, bahagia lagi

Lalu kemalangan, lalu Pelik

Dan terus berulang 

 

Hanya ada kemelut berkepanjangan

Ah sudahlah “Ini takdir, pasrah saja,” ucap para fatalis

Jangan berpasrah dan mengeluh 

“Amor Fati, cintailah takdirmu,” ucap Nietzsche

 

Begitukah? Saya bingung

Gelap, terang, datang berganti

Langit bocor mengundang kantuk

Saya mati suri saja

Mungkin Tuhan dan kuasanya memang begini

*Penulis merupakan Mahasiswa Semester V Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami