Oleh : Sugiya Selpi R
Pagi menyapa
Embun menggembul
Kicauan ayam mengadu
Dan siang sedang menunggu
Namun aku masih pangku kepala tuan
Air suci turut mengalir dari muara tuan
Suara dengkuran indah pun turut menghiburku
Aku tahu ini cukup melelahkan
Tapi tuanku terasa lebih lelah
Inginku menggelitiknya
Namun tuan berbalik lalu memelukku
Tambah nyaman aku
Ah..sial, Tuan terlalu tampan untuk kubangunkan
* Penulis merupakan Mahasiswi Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar











