Kampus Peradaban Langganan Curanmor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi pencurian sepeda motor. | Ilustrasi: Saibumi.com

Washilah – Pencurian motor di Kampus Peradaban-sebutan UIN Alauddin Makassar-sudah menjadi kasus langganan. Pada 22 februari lalu, tercatat dua kasus kehilangan motor. Keduanya motor milik mahasiswa yang diparkir pada area parkiran fakultas. Setelahnya, pamflet tentang kasus pencurian motor banyak tersebar. Entah itu terjadi di dalam maupun di luar area kampus. Namun, pelaku pencurian motor tak kunjung ditangkap. Apa penyebabnya? Salah satunya karena beberapa CCTV kampus yang sudah tidak berfungsi dengan baik.

***

Hari itu, Kamis, 22 Februari 2022. Reka mengendarai sepeda motornya ke kampus untuk mengurus administrasi penyelesaian tugas akhir skripsi. Sesampainya di kampus, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) itu disambut dengan hujan lebat. 

Ketika itu, ia memastikan memarkir kendaraannya dengan baik. Setelah yakin telah mengunci leher motornya, Reka pun masuk ke fakultas dan melanjutkan pengurusan sesuai tujuan awalnya.

Jarum jam saat itu menunjuk pukul 16.00 Wita, hujan sudah mulai reda. Reka ke luar fakultas dan berniat untuk pulang. Setibanya di area parkiran, ia menyadari bahwa motor Mio GT bernomor polisi DC 4269 AY warna merah hitam miliknya sudah tidak ada di lokasi parkir yang ia tempati sebelumnya. 

Upaya awal untuk mencari sudah dilakukan. Menyisir area parkir, kemudian melapor ke 

Satuan Pengamanan (Satpam) yang hari itu bertugas di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Namun, satpam yang berjaga menyatakan tidak melihat kejanggalan atau pun orang mencurigakan. Saat menanyakan CCTV fakultas, dikonfirmasi bahwa perekam tersebut sudah rusak.

Ia pun mencoba melanjutkan bertanya ke Fakultas Syariah dan Hukum yang letaknya bersebelahan dengan gedung fakultasnya, berharap CCTV di sana dapat memberikan petunjuk. Namun, upaya yang dilakukan Reka nihil. 

Operasional fakultas saat itu sudah tutup mengingat jam kerja juga sudah selesai. Solusi yang diberikan satpam adalah dengan melapor ke pihak yang berwajib segera.

Kepala satpam kampus kemudian merespon dan mendatangi korban yang sudah berada di luar gerbang pintu dua untuk ke polres gowa. Ia bertanya kronologi dan meminta foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kartu tanda mahasiswa milik Reka. Setelah itu, pihak satpam hanya kembali mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi ke polisi.  

Reka pun melapor dan telah tercatat dengan nomor laporan STTLP/232/II/2022/SPKT/POLRES GOWA/POLDA SULAWESI SELATAN. Sampai hari ini, titik terang tidak kunjung didapatkan.

Satpam Kewalahan Bertugas Sendiri di Satu Fakultas

Satpam yang bertugas di FDK, Muh Idrus, membenarkan pada saat pencurian motor tersebut terjadi, dirinya berada di lokasi kejadian.

“Iya, saat itu saya di meja, tapi kita tidak lihat karena masih hujan deras, saya tidak menyangka juga akan ada hal seperti ini,” katanya.

Pria 55 tahun itu mengungkapkan, properti keamanan di FDK seperti CCTV memang sudah tidak berfungsi. Petugas keamanan juga kurang. 

Sebagai pihak keamanan, dirinya merasa kewalahan karena bertugas hanya seorang diri di FDK dan tidak mungkin selalu stand by.

“Kalau di Fakultas Dakwah itu memang saya sendiri, apalagi saya tidak mungkin berdiri terus di situ, saya kan masuk pagi terus sampai Jumat. Namun, walaupun istilahnya personil kurang, tapi tetap kita melaksanakan tugas itu,” Katanya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa, Muslimin menilai, banyaknya kasus pencurian motor di dalam kampus menjadi tamparan keras bagi pihak keamanan. 

“Ini menunjukkan bahwa belum maksimalnya peran dan fungsi pihak keamanan, bukan hanya sekedar berdiri di depan gerbang atau bahkan memukuli mahasiswa yang sedang demonstrasi, namun ada hal lain yang harus lebih diperhatikan,” tuturnya.

Mahasiswa semester VIII itu berharap adanya optimalisasi kinerja pihak keamanan juga perbaikan sarana penunjang agar kejadian serupa tidak terulang. “Caranya bisa dengan melengkapi sarana prasarana keamanan yang diperlukan, seperti CCTV yang kurang dan tidak berfungsi” pungkas Mahasiswa Jurusan Keperawatan itu.

Penulis: A Muh Rifky Nugraha (Magang)

Editor: Jushuatul Amriadi

 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami