Pelaku Pelecehan Saat KKN Diskorsing

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dialog "Mempertanyakan kembali peran dalam menangani darurat kekerasan seksual" yang diselenggarakan oleh Sema-U bertempat di Ruang rapat rektorat Lantai I UIN Alauddin, Rabu (16/03/2022). | Foto: Irham Sari (Magang)

Washilah – Pelaku pelecehan seksual saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) kini dijerat sanksi. Ini diungkap Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Dr Rosmini Amin dalam dialog yang diselenggarakan Senat Mahasiswa Universitas UIN Alauddin dengan tema “Mempertanyakan kembali peran dalam menangani darurat kekerasan seksual”, bertempat di Ruang Rapat Rektorat Lantai I, Rabu (16/03/2022).

Diketahui sebelumnya, pelecehan seksual dilakukan oleh Mahasiswa Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam, UIN Alauddin Makassar  terhadap teman perempuan poskonya, saat menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 68 di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

Dr Rosmini Amin mengatakan penanganan tersebut telah melalui sidang bersama pelaku dan korban dengan didampingi ketua jurusan masing-masing.

“Banyak yang berpikir keluarkan saja pelakunya, pemberian sanksi itu bertingkat dan yang paling berat dikeluarkan. Saya hanya memberi rekomendasi, yang putuskan lembaga terkait yang memiliki tupoksinya,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan sanksi yang diberikan ke pelaku adalah skorsing selama dua minggu. “Saya cari-cari sendiri, saya tanya pembimbing tidak ada yang tahu. Saya tanya ke kajur akhirnya selesai, kasus itu selesai di ULT (Unit Layanan Terpadu).” 

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini menjelaskan, pelaporan korban tetap diselesaikan melalui perspektif korban dengan melihat dampak trauma korban. Namun, kata Rosmini, untuk melapor perlu data dan saksi yang baik.

Sementara itu, salah satu peserta dialog, Sitti Nurhaliza menilai pemberian sanksi dua minggu terhadap pelaku tergolong ringan.

“Seharusnya pelaku dikeluarkan saja, korban trauma apalagi korbannya dua orang, ini bahkan pelakunya masih bisa lakukan pelecehan ke mahasiswi,” tandas Mahasiswa Ilmu Politik tersebut.

Penulis: Charissa Azha Rasyid (Magang)

Editor: Jushuatul Amriadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami