Inaugurasi Jadi Ruang Kampanye Perlawanan Terhadap Kekerasan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Penampilan teater bertemakan kekerasan pada kegiatan Inaugurasi Jurusan hukum Keluarga Islam. Berlangsung di Pondok Madinah, Jl. Perintis Kemerdekaan, Sabtu (19/03/22). | Foto: Harianti Lukmana

Washilah – “Aku selalu ditikam dengan perasaan sendiri yang menyemut. Keparat kalian semua!” Bentak seorang perempuan yang menjadi aktor utama dalam teater.

Perempuan itu mengenakan baju putih, dipadukan celana hitam panjang dan jilbab hitam. Ia duduk di sebuah kursi sembari melontarkan kalimat kebencian terhadap pelaku kekerasan.

Cahaya lampu sesekali menyorot pelakon teater, kontras dengan taburan gendang  pengiring pementasan. 

Tiba-tiba, dua perempuan diseret dua lelaki. Seorang laki-laki berkemeja hitam menarik paksa tangan salah satu perempuan tadi sembari mengumpat. “Ahh, kau perempuan pendusta, sudah tidak ada lagi yang bisa kupertahankan darimu, ucapmu tiada lagi bersisa manis, semuanya sampah! Sekarang tibalah waktunya kau harus menghadap kepada-Nya. Hahaha,” bentak lelaki itu.

Semua perempuan itu menggerutu, meratapi nasibnya dan pasrah diri akan kekerasan yang dialaminya.

“Kita akan terbunuh perlahan dan menunggu waktu yang tepat, sudahilah semua ceritaku ini, biar ia terbang membumbung ke angkasa,” ucap perempuan yang diseret.

Namun, perempuan yang menjadi aktor utama protes atas sikap pasrah yang tunjukkan oleh perempuan itu.

“Hei! kau jangan terlalu lemah menjadi manusia, kau lahir dari sebuah janin juga kenapa kau terlalu lemah? aku tidak melihat sinar keberanian di matamu, kita harus bangkit dan membunuh,” ucapnya lantang.

“Bersuaralah, sebab suara adalah mimpi yang tak pernah mati, kematian nyata ialah ketika suara tak lagi terdengar, bersuaralah!” serunya.

Inilah pementasan teater pada inaugurasi Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) UIN Alauddin Makassar bertema “Violence”.

Tidak hanya teater, kegiatan inaugurasi HKI juga menampilkan pentas seni, seperti angngaru, tari paduppa, pemutaran film dokumenter, puisi, tari kreasi, akustik, teater, vokal, juga perkusi. Kegiatan diakhiri dengan pengukuhan Grasi, mahasiswa angkatan 2020 HKI yang berlangsung di Pondok Madinah, Jl. Perintis Kemerdekaan, Sabtu (19/03/22).

Ketua panitia, Ahmad Riswanda Raihan, menuturkan Violence berarti kekerasan baik secara tindakan maupun secara verbal. “Kami mengangkat tema kekerasan di inaugurasi ini karena belakangan marak terjadi kekerasan,” jelasnya.

Penulis: Harianti Lukmana (Magang) 

Editor: Jushuatul Amriadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami