Washilah – Pemberian barang berupa makanan dan minuman seringkali dilakukan mahasiswa menjelang ujian. Belakangan ini, hal tersebut marak terjadi di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar.
Ketua Prodi Jurusan Ilmu Falak, Fatmawati Hilal menyesalkan perilaku tersebut. Kata dia, tradisi gratifikasi ini sebenarnya sudah hampir hilang. Namun, kembali dihidupkan oleh mahasiswa dengan alasan ucapan terima kasih.
“Kalau memang diperuntukkan untuk ucapan terima kasih, mengapa mahasiswa hanya membawa konsumsinya jelang ujian, baik proposal, hasil, maupun munaqasyah,” katanya saat dihubungi melalui Whatsapp, Senin (21/03/2022).
Ia menambahkan, mahasiswa dengan bangganya membebani dirinya dengan sesuatu yang tidak diwajibkan. Alasannya, karena senior-senior mereka dulunya juga membawa hal demikian. “Oleh karena itu, jika hal ini kembali dibiarkan, maka tradisi turun temurun ini akan kembali merajai kampus,” tuturnya.
Alumnus Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin, Epi Aresih Tansal menilai praktik seperti ini sulit dihilangkan karena sebagian dosen justru berharap diberi barang. Bahkan, kata dia, ada yang sampai meminta barang yang diinginkannya.
“Makanya jadi agak sulit mahasiswa, susah memang karena dosennya langsung yang request. Pernah loh saya dibilangi tas yah, ini yah waktu saya mau selesai,” ungkap mahasiswa lulusan 2019 ini.
Penulis: A. Muh. Rifky Nugraha (Magang)
Editor: Jushuatul Amriadi











