Seluk Beluk Sejarah Isra Mikraj

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi: Desk Jabar

Oleh: Sahrir

Pemerintah telah menetapkan peringatan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional, hal ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri nomor 963 Tahun 2021, nomor 3 Tahun 2021 dan nomor 4 Tahun 2021 tentang hari libur nasional dan cuti bersama Tahun 2022.

Sesuai kesepakatan tersebut, Isra Mikraj 2022 akan jatuh pada Senin, 28 Februari 2022, artinya bertepatan dengan akhir pekan panjang atau long weekend.

Seluk beluk Sejarah Isra Mikraj

Isra Mikraj adalah salah satu peristiwa atau mukjizat yang diterima oleh Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam (SAW), yang dimana hal tersebut sebagai perantara Nabi Muhammad SAW menerima sebuah amalan salat lima waktu yang diperuntukkan untuk dirinya dan seluruh ummatnya.

Yang sampai sekarang ini masih rutin dilakukan oleh ummat muslim, dan di wajibkan atas seorang islam untuk menunaikannya.

Berawal dari mukjizat tersebutlah hingga ditetapkannya jumlah salat yang harus dilaksanakan oleh seluruh Ummat Muslim di Dunia.

Dirangkum dalam buku Muhammad Sang Yatim yang dimana mempunyai sub poin materi yang dinamakan “Perjalanan Kilat”.

Isra Mikraj ini adalah salah-satu di antara tiga mukjizat Nabi Muhammad SAW yang diterimanya, berikut mukjizatnya:
1. Al-Qur’an
2. kemenangan beliau menghalau segala Kemusyrikan.
3 Peristiwa Isra Mikraj

Peristiwa Isra Mikraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun 621 Masehi atau tahun ke-sepuluh dari Kenabian Muhammad SAW.

Sedikit rincian kejadian Isra Mikraj.
Saat itu Nabi Muhammad SAW telah menunaikan salat isya beliau masuk kerumah dan beristirahat, saat tertidur beliau didatangi Malaikat Jibril yang lalu membangunkan beliau kemudian Allah Swt mengaruniakan kepada beliau mukjizat yang melampaui segala hukum alam. Nabi Muhammad SAW berpindah tempat kurang dari kejapan mata, dari Mekah menuju Baitul Maqdis di Syam, yang terjadi bukanlah peristiwa mimpi, sebab jika demikian bukanlah disebut mukjizat.

Hal di atas berdasarkan firman Allah,
“Maha suci Allah, yang memperjalankan hambanya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda tanda (kebesaran) kami, sesungguhnya Dia adalah maha mendengar lagi maha mengetahui.” (QS. Al-Isra’ 17:1).

Adapun bagaimana berlangsungnya apakah hanya jasad dan ruh saja atau keduanya bersamaan? Ini merupakan perdebatan yang tidak akan berakhir dalam sejarah islam.

Dikisahkan dalam sejarah Nabi Muhammad SAW melakukan sarana berpindah tempat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, menggunakan buraq, yang diambil dari kata barq (kilat) yang menunjukkan betapa luar biasa kecepatannya yang tidak akan sanggup dilalui oleh jasad yang terbuat dari tanah biasa.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda ketika iya diberikan mukjizat Isra Mikraj.

“Ketika aku berada di Kamar antara tidur dan terjaga, ada yang mendatangiku, lalu dia membelah dari sini sampai sini, hatiku dikeluarkan lalu dibersihkan kemudian dikembalikan seperti semula, lalu buraq mendatangiku, dia merupakan Kuda putih nan panjang, lebih tinggi dari keledai, dan lebih rendah dari bagal, mengepakkan kakinya hingga terbuka lebar, lalu aku menungganginya hingga ke Baitul Maqdis, lalu aku mengikatnya dengan tali yang digunakan juga para anbiya, kemudian aku memasuki Mesjid dan salat dua rakaat lalu keluar. Jibril AS kemudian datang membawa bejana berisi khamar dan susu, lantas aku memilih susu, Jibril pun berkata, “Engkau telah memilih yang Fitrah.”

Disebabkan perkara ini tentang mukjizat, maka tidaklah bisa diterapkan hukum alam atau apa pun yang dijadikan standar manusia, Allah SWT telah mengaruniakan kepada Rasulullah segala kelebihan yang dapat menembus ruang materi.

Rekomendasi Amalan Saat Isra Mikraj

Tak diragukan bahwa makna daripada peristiwa tersebut sangatlah luar biasa, sungguh Allah SWT ingin memperlihatkan ayat-ayatnya kepada Rasulullah SAW dan melepaskannya dari keterbatasan ruang dan waktu. Sehingga beliau dapat berpindah tempat ketempat lainnya tanpa terikat waktu, dan ini juga dapat membuktikan bahwa segala kehendak Allah SWT tidaklah baginya terdapat sesuatu yang mustahil.

Dikarenakan peristiwa ini adalah peristiwa yang luar biasa dalam sejarah peradaban Islam, adapun beberapa rekomendasi amalan bagi kalian yang tidak ingin melewatkan momentum Isra Mikraj ini, berikut yang dikutip dari berbagai sumber:
1. Perbanyak istigfar
2. Puasa rajab
3. Memperbanyak doa
4. Perbanyak zikir
5. Salat sunnah

*Penulis Merupakan Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar Semester IV.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami