Indikasi Kecurangan Calon Presma Dakwah, Sejumlah Mahasiswa Lakukan Demonstrasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Wakil Dekan III FDK, Dr Irwanty Said saat memberi klarifikasi di tengah pengunjuk rasa, Senin (24/01/2022). | Foto: Mufadhdhal Raihan Al Asyraf Yusuf

Washilah – Sejumlah pengurus lembaga dan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin, melakukan unjuk rasa atas indikasi permainan curang calon Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Alauddin. Demonstrasi berlangsung di belakang Gedung FDK sekitar pukul 11.00 WITA, Senin (24/01/2022).

Ada tiga poin yang dikritisi. Pertama, menyesalkan adanya proses administrasi yang dilakukan sewaktu libur dan ditandatangani di rumah dekan. Kedua, mengistimewakan mahasiswa untuk mengurus berkas pencalonan Presma tanpa mengikuti proses administrasi. Ketiga, menilai dekan dan wadek III melakukan penghianatan terhadap lembaga kemahasiswaan.

“Kemarin, pertemuan pengurus lembaga dengan wadek III untuk rekomendasi calon presma,” kata demisioner Ketua Sema FDK. Randy Rahman kepada Washilah.

Dari pertemuan tersebut, lanjut Randy, disepakati dua nama calon yang direkomendasi FDK, yakni Irfan Jaya dan Randy Rahman. Namun, setelah dilakukan seleksi tes baca Alquran, Irfan Jaya dinyatakan gugur. Maka hanya satu nama yang tersisa.

Anehnya, lanjut Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) semester tujuh ini, tiba-tiba muncul nama Wahyu Anugrah dari Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sebagai kompetitor, “Hal ini sangat disesalkan karena diputuskan sepihak dan tahap seleksi baca Alquran telah selesai,” sesal Randy.

Tindakan demikian, lanjutnya, mencederai komitmen yang telah disepakati dan secara administrasi telah cacat.

Sementara, kata Randy, saat hendak mengkonfirmasi ke Dekan FDK terkait masalah tersebut, Dekan tidak mengangkat HP dan tidak menjawab chat pribadi.

Wadek III, Dr Irwanty Said, hadir di tengah pengunjuk rasa dan memberikan klarifikasi. Menurutnya, bila ada nama lain yang keluar dari hasil kesepakatan, maka pengurus lembaga dapat menyanggah Lembaga Penyelenggara Pemilma (LPP) Universitas, berdasarkan aturan buku saku.

“Terkait dengan administrasi, saya telah menelusuri di bagian persuratan, surat yang keluar hari Jumat tanggal 21 Januari, surat rekomendasi yang kami keluarkan hanya ada dua nama, Randy Rahman dan Irfan Jaya.”

Sementara hari Sabtu pagi (22/1), lanjutnya, ada mahasiswa yang menghubungi dirinya untuk mencalonkan diri, tetapi tidak diladeni karena sudah masuk hari libur. “Sepemahaman saya, tidak ada pelayanan administrasi di waktu libur. Namun, perkembangan yang terjadi, ternyata yang bersangkutan lulus berkas,” katanya.

“Jadi, saya komunikasi kepada LPP mempertanyakan berkas Wahyu Anugrah yang tidak prosedural, karena nama yang bersangkutan tidak sesuai dengan nomor surat yang keluar di bagian administrasi,” urai Wadek III di depan pengunjuk rasa.

Penulis: Mufadhdhal Raihan Al Asyraf Yusuf (Magang)
Editor: Jushuatul Amriadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami