SPeKS Desak Pimpinan UIN Alauddin Ciptakan Ruang Aman Tanpa Pelecehan Seksual

Facebook
Twitter
WhatsApp
Aksi long march dari Bundaran Samata sampai ke Kampus II UIN Alauddin. Rabu (08/12/2021).

Washilah – Solidaritas Perlawanan Kekerasan Seksual (SPeKS) melakukan aksi kampanye, mengajak sivitas UIN Alauddin mendesak pimpinan kampus menciptakan ruang aman tanpa pelecehan seksual. Rabu (08/12/2021).

Aksi ini dilakukan dengan long march dari Bundaran Samata ke Kampus II UIN Alauddin Makassar.

Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora Suci Rahmayanti R. Hanapi mengatakan, jalan di belakang kampus sudah banyak memakan korban kekerasan dan pelecehan seksual, sehingga Kampus harus cepat mengambil tindakan.

“Di belakang sana, jalan yang kita semua lewati banyak memakan korban. Hal itu menimbulkan rasa tidak aman untuk teman-teman, perempuan khususnya,” kata mahasiswi Bahasa dan Sastra Inggris itu.

Ia berpendapat, selama ini birokrasi hanya hobi berjanji persoalan fasilitas ataupun tindak lanjut permasalahan pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual di kampus.

“Lagi-lagi kampus sudah berjanji untuk mengadakan fasilitas di area yang rawan tersebut, tetapi apa? Birokrasi memang hobinya cuma janji kawan-kawan,” tegasnya.

Aksi yang dilakukan dari jam 11.00 sampai 15.00 WITA itu, menuai dukungan dari mahasiswa. Salah satunya Nur Indah, menurutnya aksi ini harus terus didukung agar birokrasi bisa mengambil tindakan secepatnya.

“Saya sangat setuju dengan aksi ini agar kekerasan seksual dapat diketahui langsung oleh birokrasi,” ucapnya.

Penulis: Khusnul Fatimah & Muh Fiqrawal Rahman (Magang)
Editor: Ardiansyah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami