SPeKS Bahas Kekerasan Seksual Melalui Dialog dan Panggung Ekspresi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Nobar film Citra dan Kuasa Predator Seksual Kampus di Pintu Satu UIN Alauddin Makassar, Jumat (17/12/2021).

Washilah – Solidaritas Perlawanan Kekerasan Seksual (SPeKS) mengadakan dialog terkait kekerasan seksual di Perguruan Tinggi, Jumat (17/12/2021).

Selain dialog, SPeKS juga menampilkan beberapa pertunjukkan melalui panggung ekspresi. Di antaranya akustik, puisi, nonton bareng film Citra dan Kuasa Predator Seksual Kampus, serta teatrikal.

Anggota SPeKS, Wa Ode Nurfadillah Andi melihat budaya patriarki dalam relasi kuasa melanggengkan kekerasan seksual yang terjadi khususnya di wilayah kampus.

“Melalui serangan patriarki pada wilayah kekerasan seksual di kampus, perempuan selalu menjadi objek dan tidak pernah berperspektif korban yang menjadi tolak ukur pemulihan,” akunya.

Selanjutnya, Ketua Kohati Komisariat Ushuluddin Filsafat dan Politik, Ita Rosita mengatakan setiap orang baik itu laki laki maupun perempuan berpotensi menjadi pelaku dan korban. Olehnya itu, kampus seharusnya memiliki aturan yang kuat terkait kasus kekerasan seksual.

“Harusnya, kampus memiliki payung hukum yang kuat mengenai kekerasan seksual agar kasusnya bisa diusut secara tuntas,” tegasnya.

Penulis : Astiti Nuryanti (Magang)

Editor : Ulfa Rizkia Apriliyani

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami