Gerakan Mahasiswa Tidak Harus Menutup Jalan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dr Arqam Azikin M Si saat membawakan materi dalam kegiatan Sekolah Advokasi yang diselenggarakan oleh PMI Kessos Fakultas Dakwa dan Komunikasi UIN Alauddin.

Washilah – Kurangnya pemahaman mahasiswa tentang metodologi aksi demonstrasi di lapangan membuat banyaknya jalan-jalan nasional yang ditutup secara full. Hal itu disampaikan oleh Dr Arqam Azikin pada saat membawakan materi dalam kegiatan Sekolah Advokasi, Rabu (24/11/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar itu berlangsung selama tiga hari terhitung sejak Senin hingga Rabu (22-24) November 2021. Bertempat di Lecture Theatre (LT) FDK UIN Alauddin.

Alumni Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin tersebut, mengatakan jika Mahasiswa melakukan demonstrasi, jalan boleh ditutup, tetapi jangan sepenuhnya. Mahasiswa harus menerapkan gerakan moral, agar masyarakat tidak resah dengan aksi penutupan jalan secara full.

“Mungkin sebagian atau setengah, supaya masyarakat tidak menghardik mahasiswanya, kemudian antara gerakan moral dan gerakan simpatik kepada masyarakat itu ketemu,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta sekolah Advokasi, Kaharuddin mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan Mahasiswa dengan menutup jalan tidak memikirkan hak-hak rakyat, yang ada hanya menyusahkan rakyat.

“Sedangkan dia (mahasiswa) dengan label memperjuangkan hak rakyat. Realitasnya dia malah menyusahkan rakyat- rakyat yang kecil dengan itu. kalau ingin berdemonstran tolong juga memikirkan hak-hak rakyat,” pungkasnya.

Penulis : A. Muh. Rifky Nugraha & Asrianto Azis (Magang)

Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami