Hujan telah menelan terik
Lewat parasmu yang bersemayam dengan
Duka terpatri pergi.
Kenangan seperti beranda yang menguar-kan
Senyawa serotonin, berserakan dalam mataku
Yang tak lagi bisa menjamah hadirmu.
Entah…
Seketika sukmaku makin kesepian.
Mungkin hadirnya hujan hari ini mebawa kenangan
Yang meyelipkan sebuah peristiwa masa lalu di ubun-ubun kepala.
Entah..
Sekeras apapun pikiran ini melupakannya,
Rupamu akan selalu menjelma lewat hujan.
Aku titipkan sajak kerinduan ini
Lewat doa yang melintang ke atap langit.











