Dema PTKIN Dukung Pegawai KPK dipecat Jadi ASN, Isra: Kami Tidak Terlibat

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pernyataan Sikap Dema UIN Alauddin Makassar terkait dukungan Dema PTKIN terhadap usulan 56 pegawai KPK menjadi ASN Polri (03/10/2020)

Washilah – Menyikapi dukungan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia atas usulan Kapolri dan Presiden mengangkat 56 pegawai KPK yang diberhentikan secara terhormat pada 30 September menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Ketua Dema UIN Alauddin Makassar, Isra nyatakan pihaknya tidak terlibat.

Sebelumnya akun instagram resmi @demauinalauddin menyatakan tidak terlibat atas beredarnya kabar dukungan Dema PTKIN se-Indonesia tersebut, minggu (03/10/2021).

Hal ini dipertegas Ketua Dema UIN Alauddin Makassar Isra Abdi Syamsu, ia mengatakan, dukungan yang diberikan oleh Dema PTKIN terhadap Kapolri, sebelumnya tidak melalui sistem musyawarah mufakat.

“Suara yang dikeluarkan oleh Dema PTKIN hari ini, tidak disuarakan secara musyawarah mufakat karena tidak melibatkan beberapa presma yang berada dilingkup Dema PTKIN,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Isra menyatakan, dukungan secara sepihak yang dilakukan oleh Dema PTKIN se-Indonesia merupakan sebuah langkah politis.

“Saya rasa ini adalah langkah politis yang dilakukan korpus (koordinator pusat) dan sekpus (sekretaris pusat). Sebagai sebuah aliansi harusnya kita disertakan pula pada suara-suara yang dikeluarkan Dema PTKIN,” lanjut Isra.

Penulis : Muh Wahyu
Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami