Mahasiswa Akhir, Perpanjangan Semester atau DO?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi : Andi Fahrul Aziz

Washilah – Memasuki tahun kedua Covid-19, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tidak lagi berikan kebijakan perpanjangan semester untuk mahasiswa angkatan 2014/2015.

Covid-19 yang mewabah di Indonesia pada awal 2020 lalu memberikan pengaruh besar terhadap semua lini keHidupan dalam masyarakat, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Yang mengakibatkan banyaknya kebijakan baru yang diluarkan pemerintah maupun Pimpinan Universitas

Salah satu kebijakan yang lahir akibat pandemi Covid-19 adalah kebijakan perpanjangan masa studi (semester) mahasiswa tingkat akhir.

Terkhusus UIN Alauddin Makassar pada awal pandemi tahun lalu (2020) Rektor telah mengeluarkan kebijakan perpanjangan masa studi untuk mahasiswa program sarjana angkatan 2013/2014 dalam Surat Edaran tentang Perpanjangan Masa Belajar Jarak Jauh pada Masa Tanggap Darurat Covid-19.

Surat edaran yang dikeluarkan pada 27 April 2020 tersebut memberikan angin segar bagi mahasiswa tingkat akhir yang terkendala dalam penyelesaian studi akibat pandemi Covid-19.

Namun untuk tahun ini (2021) setelah melewati satu semester masih belum ada kebijkan baru mengenai perpanjangan masa studi untuk mahasiswa angkatan 2014/2015 walaupun Covid-19 masih melanda.

Salah satu mahasiswa akhir, Muh. Saifullah Bahar mengaku tidak mendapatkan informasi tentang perpanjangan semester tahun 2020.

“Kalau perpanjangan semester mahasiswa akhir tahun ini, saya juga belum dapat informasinya,” akunya saat diwawancarai via telepon, Kamis (17/06/2021).

Mahasiswa yang pernah cuti satu semester itu mengungkapkan alasan lambatnya penyelesaian masa studi yang dijalani karena persoalan nilai mata kuliah. Ketika ditanya mengenai kebijakan perpanjangan semester, Ia berharap adanya perpanjangan semester untuk mahasiswa tingkat akhir.

“Kalau bisa cepat kenapa harus tunggu satu semester lagi,” harapnya.
Menurut Saifullah, banyak yang mengaharapakan adanya kebijakan perpanjangan semester karena bukan hanya dia yang berjuang di fase semester akhir.

Tidak dapat dipungkiri di tahun 2021, masih banyak mahasiswa angkatan 2014/2015 yang belum menyelesaikan studinya, misalnya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Menurut Dekan FDK Firdaus Muhammad bahwa dari delapan prodi di FDK, ada enam prodi punya 10 calon mahasiswa Drop Out (DO).

“Sekitar 50% bisa diselamatkan. Dari 60 mahasiswa yang mau di DO, 30 mahasiswa terselamatkan,” Jelasnya dalam kegiatan pelatihan karya tulis ilmiah prodi Jurnalistik di ruang LT FDK, Rabu (23/06/2021).

Lebih lanjut Ia juga mengatakan alasan yang mengakibatakan 50% mahasiswa tidak terselematkan itu berkaitan dengan masalah nilai, belum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

“Jangan berharap kita bantu, tapi kita dampingi. Kalau persoalan nilai, Fakultas tidak bisa mengambil sikap, itu hak penuh dosen bersangkutan,” sambungnya.

Saat ditemui Reporter Washilah di ruang kerjanya, Firdaus Muhammad mengungkapkan strategi pelaksanaan teknis dengan harapan tidak ada lagi mahasiswa yang menambah semester sampai semester sembilan, artinya maksimal mahasiswa selesai studi tepat di semester delapan.

“Kita akan terapkan sistem baru di FDK. Semester lima sudah bisa ajukan judul, semester enam seminar proposal, semester tujuh PPL/PKL/KKN,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya metode itu memberikan kesempatan untuk mahasiswa memulai pengerjaan tugas akhir semesternya lebih cepat dari biasanya, bahkan Firdaus Muhammad mengatakan mahasiswa nantinya bisa melaksanakan ujian proposal terlebih dahulu sebelum KKN.

Selain kebijakan baru Firdaus Muhammad menegaskan bahwa di FDK, untuk persolan nilai, pihak Fakultas akan melakukan identifikasi kepada mahasiswa yang mendapatkan nilai E (Error).

“Kenapa demikian, supaya diketahui oleh Dekan, Wakil Dekan I, Jurusan, dan Orang tua. Supaya ada kontrol dan mahasiswa akan lebih waspada, ini berlaku setelah penginputan nilai semester genap tahun ini, ” pungkasnya.

Untuk menjawab dan memberikan keterangan terkait kebijakan perpanjangan semester mahasiswa di tahun 2021, reporter washilah mengkonfirmasi langsung hal sersebut kepada Wakil Rektor I (WR I) Bidang Akademik dan Pengembagan Lembaga Prof Mardan.

Dalam wawancaranya, Mardan menjelaskan bahwa pada tahun 2020 diberikan kebijakan perpanjangan masa studi karna Pandemi Covid-19 yang sedang melanda, untuk tahun 2021 sendiri Ia mengatakan walaupun masih dalam kondisi Pandemi tidak ada kebijakan perpanjangan masa studi.

“Karena masa covid-19, yang masuk tahun 2020 semester genap ditambah satu semester. Namun, tahun ini tidak ada perpanjangan,” jawab Mardan saat diwawancarai, Selasa (22/06/2021).

Mempertegas pernyataannya mantan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) belaiu menegaskan jika masa studi angkatan 2014/2015 lewat dari bulan Agustus, maka kita tunggu kebijakan saja.

Penulis : Tritia Kurniati & Sugiya Selpi

Editor : Ulfa Rizkia Apriliyani

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami