Menangkal Paham Radikalisme Serta Terorisme, RRI Gelar Dialog Kampus

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Menanggapi banyaknya isu mengenai paham-paham radikalisme dan terorisme yang masuk di kalangan anak milenial, Radio Republic Indonesia (RRI) gelar Dialog Kampus yang diadakan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar dan disiarkan secara langsung melalui kanal radio RRI. Rabu, (02/06/2021).

Dengan mengangkat tema “Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme di Kalangan Milenial” dialog ini menghadirkan Dekan FDK UIN Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad, kepala Kesatuan Badan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr H Asriady Sulaiman, dan Asisten Direktur Pascasarjana Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Dr Patawari sebagai narasumber.

Dr Firdaus Muhammad dalam pemaparannya mengatakan ada kecenderungan kelompok radikal yang telah masuk area kampus dan membawa ideologi yang mudah diterima.

“Ada ideologi baru transnasional yang kemudian muda diterima, entah itu pahamnya terlalu kanan atau terlalu kiri,” tuturnya.

Ia juga berpendapat bahwa salah satu faktor anak-anak milenial tergabung dalam kelompok radikalisme adalah karena proses pencarian jati diri.

“Mereka mencari jati diri, problemnya adalah biasanya jalan yang mereka tempuh ternyata keliru, entah itu dimasuki paham radikalisme atau terorisme,” tambahnya.

Sementara itu Dr Patawari berpendapat, cara untuk membatasi hal-hal seperti Itu tergantung dari metode mengajar yang diberikan.

“Untuk membatasi dan menangkis hal seperti Itu tergantung dari metode apa kita mengajarnya jadi saya pikir sepandai-pandai pemain tetap pelatih itu lebih pandai,” ucapnya dengan nada yang tegas.

Lebih lanjut, Kepala Kesbangpol Prov. SulSel berharap bahwa dengan ideologi pancasila serta para milenial itu sudah dapat menangkal semua Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG).

“Saya berharap para generasi muda sekarang tidak banyak menggunakan teknologi untuk memahami paham tertentu secara parsial tapi juga harus dilihat keseluruhan,” tutupnya.

 

Penulis : Muh. Arfah (Magang)

Editor : Ulfa Rizkia Apriliyani

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami