Curanmor Kembali Terjadi di UIN Alauddin, Dua Motor Raib

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber : tangerangtribun. Com

Washilah – Salwah tak pernah mengira dia akan bernasib malang hari itu. Kamis, 3 Juni 2021, motor kesayangan miliknya raib di parkiran fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

Waktu menunjukkan pukul 12.00. Di tengah teriknya matahari dan panasnya udara Samata, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab ini tergesa-gesa menuju ruang jurusan untuk mengumpulkan berbagai berkas persyaratan sebagai mahasiswa tingkat akhir.

Di parkiran timur fakultas Tarbiyah yang bersebelahan dengan gedung dosen, ia memarkir motornya seperti biasa. Saat itu pikirannya sedang dipenuhi berbagai tugas mahasiswa tingkat akhir pada umumnya, skripsi, hafalan, dan berbagai persyaratan yang lain.

Setelah mengunci setangan leher motor matic miliknya, ia bergegas menemui salah seorang teman yang telah menunggu di koridor fakultas.

Pukul 13.30, azan salat duhur sedari tadi telah berlalu, Salwah dan temannya menghentikan perbincangan dan bergegas menuju mesjid kampus yang berada tak jauh dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Sebelumny, mereka silang pendapat, apakah harus naik motor atau cukup dengan berjalan kaki menunaikan ibadah.

Pada akhirnya, mereka sepakat cukup berjalan kaki saja. Meninggalkan motor yang masih terparkir rapi. Begitu pula sekembalinya dari masjid, motor Salwa masih berada di tempat semula.

Setelah menyelesaikan urusannya —Mengumpul berkas sebagai mahasiswa akhir— dengan hati yang lega ia menuju parkiran dengan niat segera pulang ke rumah.

Namun celaka tak bisa dicegah, motor yang baru saja Salaa tinggalkan beberapa menit lalu di parkiran sudah tak lagi. Kepanikan melanda Salwa, buru-buru ia mencari di sekeliling fakultas, berharap seorang teman tengah bercanda dengan menyembunyikan motornya.

Setelah lebih dari 20 menit tanpa hasil, ia bergegas ke ruang jurusan untuk melaporkan kejadian itu. Para staf dan dosen yang tengah bekerja seketika panik mendengar berita kehilangan, salah seorang staf segera mengantar Salwa ke ruang dekan untuk melihat hasil rekaman kamera pengawa yang terpasang di parkiran.

Terlihat di rekaman kamera pengawas, tepat pukul 14.02 WITA seorang laki-laki duduk di atas motor Salwa. Pelaku terlihat was-was. Menoleh ke kanan ke kiri, sempat berbincang dengan mahasiswa yang lewat di sekitarnya. Setelah melihat kondisi parkiran mulai lenggang, motor  beserta helm Salwa dibawa sipelaku.

Salwah segera menuju ke pos pengamanan yang berada di pintu satu untuk melaporkan hal tersebut ke Satuan Pengamanan Kampus (Satpam). Dengan segera para Satpam menyisir kampus, namun tetap saja hasilnya nihil. Akhirnya Salwah diminta untuk melaporkan hal ini ke Polres Gowa

Setibanya di Polres Gowa, seorang alumni  UIN Alauddin juga membuat laporan serupa. Pencurian motor dengan lokasi yang sama, Kampus II UIN Alauddin Makassar. Korban tersebut kehilangan motoenya di parkiran barat Gedung Rektorat, yang merupakan “Ring 1” pengamanan kampus.

Kepala Satpam Kampus, Suardi, membenarkan kabar hilangnya dua motor di hari yang sama di lingkungan UIN Alauddin, ia menduga dua aksi pencurian tersebut adalah aksi yang terorganisir.

“Dua motor yang hilang kemarin itu terjadi pada waktu yang bersamaan, kira-kira sekitar jam dua siang, di jam itu, semua anggota pengamanan kembali ke pos induk untuk ceklok (melapor). Nah, disitumi beraksi itu pencuri, saya kira pelaku ini bagian dari sindikat pencurian motor,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengeluhkan keterbatasan personil yang dimiliki Satpam kampus.

“Coba bayangkan, bagaimana luasnya kampus, baru sedikit anggota. Contoh saja di fakultas tarbiyah, luas sekali parkirannya tapi hanya satu anggota yang memungkinkan bisa kami pasang disitu,” lanjut Kepala Keamanan Kampus yang telah mengabdi selama 15 tahun di kampus peradaban.

Salwah telah pasrah atas apa yang menimpa dirinya, kendaraan yang selalu ia gunakan untuk berbagai aktivitas, utamanya untuk kegiatan akademik di kampus. Terlebih, kini ia sedang berada pada puncak kesibukan untuk menyelesaikan studi.

Namun ia berharap, sistem keamanan kampus ditingkatkan, sehingga apa yang menimpanya adalah kasis pencurian motoe terakhir di UIN Alauddin .

“Sudah seharusnya keamanan ditingkatkan, sebab polisi yang saya datangi di Polres tidak heran ketika saya bilang di UIN Alauddin hilang motorku, karena seringnyami masuk laporan motor hilang di kampus. Ini persoalan nama baiknya kampus juga,” harapnya.

Penulis : Muh Wahyu (Magang)

Editor : Agil Asrifalgi 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami