HMJ BPI Edukasi Bahaya Narkoba Melalui sekolah Anti Narkoba Se-Selawesi selatan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana sekolah anti narkoba yang Diselenggarkan oleh Himpunan Mahasiswa jurusan Badan Penyuluhan Islam bertempat di hotel Asyra Lantai tiga. (27/06/2021)

Washilah – Tepat pukul 09:30 WITA, suara tabuhan gendang menggema memenuhi ruangan lantai tiga Hotel Asyrah Makassar, mengiringi tari Paduppa yang ditarikan oleh lima perempuan dengan pakaian adat baju bodo sebagai agenda kegiatan pembukaan seminar nasional dengan tajuk “Sekolah Anti Narkoba Vol. II Se-Sulawesi Selatan” yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

Kegiatan tahunan tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 26 Juni 2021 hingga Minggu, 27 Juni 2021 dengan mengusung tema “Milenial Cerdas, Sehat, Serta Berprestasi Tanpa Narkoba”.

Menggaet beberapa elemen instansi untuk bekerjasama. DPR-RI, Kapolda Sulawesi Selatan, BNNP Sulawesi Selatan, Walikota Makassar serta Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan yang nampaknya juga menjadi ruang edukasi mengenai bahaya narkoba, terkhusus di kalangan remaja yang terbukti hampir 90% peserta dihadiri langsung oleh pelajar dari latar belakang sekolah yang berbeda-beda di Sulawesi Selatan.

Acara dibuka langsung oleh Dr. Firdaus Muhammad, MA., selaku Dekan FDK. Dalam sambutannya ia menuturkan keresahannya mengenai lonjakan pengguna Narkoba yang meningkat 3 tahun terakhir di Sulawesi-Selatan.

“Penggunaan Narkoba di Sulsel meningkat tiap tahunnya dan menyentuh angka 2000 pengguna dan salah satu sasaran empuk adalah kalangan pelajar hingga mahasiswa jadi kita berharap adik-adik yang hadir disini bisa selamat dari narkoba,” tuturnya.

Kegiatan seminar tersebut menjelaskan banyak hal perihal bahaya narkoba, mengutip pernyataan yang dijelaskan oleh narasumber pertama, Rosnifai, SKM., M.Kes., selaku Penyuluh Narkoba Ahli Madya Seksi Pencegahan Bidang P2M BNNP Sulawesi Selatan menegaskan bahwa Narkoba merusak manusia mulai dari fungsi otak hingga emosionalnya.

“Narkoba merusak manusia terutama fungsi otak, fisik dan emosi ibaratnya dia menjajah tanpa wajah,” ucapnya tegas pada peserta.

Ditambahkan dengan pernyataan dari narasumber kedua, Kapolda Sulawesi Selatan, Kompol Muh. Fajri Mustafa, S.Sos. mengenai perbedaan produsen, Pengedar, bandar dan pengguna narkoba.

“Produsen yaitu ketika tersangka ditangkap sedang memproduksi membuat narkoba, bandar apabila ditangkap dan memproduksi narkotika dalam jumlah yang besar, Pengedar ditangkap dengan teknik under cover dalam jumlah Tertentu, sementara pengguna apabila seseorang ditangkap sedang menggunakan narkoba,” terangnya.

Dinginnya suhu ruangan karena Ac yang bertengger pada tiap sudut ruangan menyatu padu dengan antusias peserta pada sesi tanya jawab berlangsung. Salah satu Pelajar mempertanyakan persoalan ganja.

“Yang saya tau ganja itu termasuk tanaman tapi kenapa bisa adiktif dan berbahaya,” Ucap Adilla Marfuah, siswa SMA Negeri 10 Sinjai.

Pertanyaan tersebut dengan tegas dijawab langsung oleh narasumber pertama Ia mengungkapkan ganja memang jenis tanamana namun dapat menyebabkan ketergantungan dan efeknya merusak fisik, tubuh bahkan mental.

Sementara itu, Ari Zulkifli Umar mengungkapkan bahwa kegiatan seminar tersebut bertujuan sebagai upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba khususunya untuk generasi milenial.

“Sasaran peserta dari kegiatan ini merupakan pelajar dari berbagai sekolah yang ada dipenjuru sulawesi-selatan,” pungkas Ketua HMJ BPI tersebut.

Penulis : Muhammad Arfah dan Nur Afni Aripin (Magang)
Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami