Tanggapi Maraknya Isu Terorisme, Dema FKIK Gelar Dialog Kepemudaan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sesi Dokumentasi Bersama Narasumber Bazar dan  Dialog Kepemudaan DEMA FKIK Setelah kegiatan berlangsung

Washilah – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar Dialog Kepemudaan. Berlangsung di Warkop Bundu Balai Aroepala, Sabtu (10/04/2021).

Isu terorisme yang masih marak diangkat menjadi Tema pada dialog kali ini “Pemuda Bicara Tentang Terorisme”.

Kegiatan ini menghadirkan enam narasumber yakni, Ketua DPD Partai Nasdem Makassar sekaligus Anggota DPRD SULSEL drg. Andi Rachmatika Dewi, Dosen UIN Alauddin Makassar Ust. Muhammad Asriady, Wakil Sekretaris Bidang Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme DPD KNPI SULSEL Muhammad Fadhil, Ketua IMM Cabang Gowa Taufiqurrahman, Ketua PMII Cabang Gowa Pangeran Mahmud dan Ketua HMI Cabang Gowa Raya Ardiansyah.

Sekretaris KNPI Muhammad Fadhil yang merupakan pemateri mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan adanya mahasiswa yang menjadi agen terorisme itu karena faktor eksternalnya.

“Kenapa kebanyakan pemuda menjadi agen terorisme karena pemuda sebagai mahasiswa paling gampang untuk dilibatkan dengan melihat aksi kemahasiswa yang anarkis sehingga mudah untuk dipengaruhi kedalam aliran-aliran keras,” Katanya.

Lanjutnya lagi Terjadinya aksi bom bunuh diri itu dianggap tindakan radikal dan itu dilakukan oleh pemuda dengan alasan menegakkan keadilan. Kalau orang jepang membunuh diri karena tidak ada alasan malu untuk hidup . Di indonesia pemuda menjadi anarkis sampai melakukan aksi terorisme untuk menegakkan keadilan karna tidak mampu untuk berfikir dalam menegakkan keadil dengan cara baik-baik.

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Gowa Pangeran Mahmud menapis hal tersebut menurutnya aparat tidak mempunyai hak untuk mengatakan pemuda atau mahasiswa yang mengikuti aksi yang anarkis itu pemicu adanya agen terorisme tanpa adanya bukti konkrit.

“Saya kurang sepkat dengan wacana yang mengatakan bahwa mahasiswa yang anarkis karna adanya kekacauan dalam aksi itu terjadi karena murni kesalahan teknis di Lapangan,” pungkasnya.

Penutup dari Dosen UIN Alauddin Makassar Ust. Muhammad Asriady menyampaikan jangan jadi pemuda yang anarkis tetapi jadilah pemuda yang elegan dalam berdialog dan diterima birokrasi.

“Jadilah generasi yang kehadirannya disyukuri dan kepergiannya dirindukan. Jangan mau dikenal dengan mahasiswa yang anarkis suka bakar ban tetapi Ambil peran penting dengan cara berdialog dengan elegan yang diterima oleh pemerinta,” Ujarnya.

Penulis : Hafifa Yahya (Magang)
Editor : Ardiansyah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami