Bom di Katedral, Rektor UIN Alauddin : Kuatkan Solidaritas Beragama

Facebook
Twitter
WhatsApp
Doc. Pribadi Prof. Hamdan Juhannis.

Washilah – Seorang pengendara sepeda motor melakukan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Jl Kajaolalido Kota Makassar, pelaku bom bunuh diri meninggal seketika dan sepuluh petugas dan jemaat gereja mengalami luka-luka. Minggu (28/3/2020).

Menyikapi kejadian tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menyampaikan bela sungkawa dan mengajak masyarakat untuk tetap tenang, selalu waspada dan semakin memperkuat kebersamaan dan rasa solidaritas.

Guru Besar Sosiologi itu mengatakan, tindakan teror yang masih kerap terjadi menjadi pertanda solidaritasDoc.  beragama harus semakin dikuatkan, sebab menurutnya, kasus terorisme di Indonesia harus diakui memang bermotif agama dengan pemahaman yang salah.

“Tindakan teror dengan menebar ketakutan tentu bukan cara beragama yang benar, karena agama berintikan rahmah, kasih sayang dan kedamaian” tandasnya saat ditemui di ruang Rektor lantai IV Gedung Rektorat UIN Alauddin, Senin (29/03/2021).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pentingnya melihat terorisme sebagai sebuah fenomena yang memiliki akar masalah yang kompleks dan telah berlangsung lama.

“Akumulasi dari proses indoktrinasi dan ideologisasi terhadap pelaku, pikirannya diinjeksi dengan teologi maut oleh para otak terorisme yang merupakan jaringan internasional,” ucapnya.

Mantan Wakil Rektor IV UIN Alauddin itu menyebut, penguatan moderasi beragama menjadi kunci untuk melakukan kontra terhadap ekstrimisme kekerasan.

“Mari perkuat narasi beragama yang moderat di basis-basis sosial kita, di rumah, masjid, sekolah, kampus, serta kantor-kantor pemerintah maupun swasta yang memiliki ruang-ruang keagamaan atau kerohanian” kuncinya,” tutupnya.

 

Penulis : Fikri Mauluddin (Magang)

Editor : Ulfa Rizkia Apriliyani

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami