Kasus Pungli Bunga Kini Capai Titik Damai

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil mendamaikan mahasiswa Farmasi dengan Dosen yang diduga pernah memintai pungli bunga ke mahasiswa tersebut sebagai syarat bimbingan di kawasan Panakkukang, Makassar, Selasa (16/02/2021).

Dalam peristiwa tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis terlibat dalam proses mediasi antara mahasiswa Farmasi selaku pelapor dengan Dosen yang dilaporkan. Selain mereka, keluarga mahasiswa Farmasi ini juga ikut hadir dalam mediasi pendamaian itu.

Proses mediasi berlangsung dengan haru isak tangis. Pihak Mahasiswa Farmasi dan pihak dosen saling meminta maaf dan berpelukan sebagai tanda kedamaian.

Prof Hamdan Juhannis mengungkapkan bahwa diadakan mediasi ini karena ada keluarga yang masih keberatan dengan kasus ini sehingga langkah baiknya dipertemukan secara kekeluargaan.

“Ada keluarga yang merasa keberatan dengan ini, kita menjelaskan semua, mendudukkan semua. Dan insyaallah kita akan membuat sistem yang lebih baik lagi, supaya hal-hal seperti ini sekali lagi tidak terjadi ke depan. Dan ini pembelajaran yang baik terhadap institusi kita ke depan. Tentu kita menyelesaikan, pertemuan ini dikemas secara kekeluargaan,” ungkap Prof Hamdan.

Disinggung dengan proses kode etik yang berjalan di Komisi Disiplin dan Kode Etik (KPKE), Prof Hamdan menyatakan bahwa prosesnya tetap berjalan.

“Itu kan masih berproses, mudah-mudahan proses yang dilakukan komisi kode etik itu adalah sebuah upaya dalam membuat kita lebih matang lagi dalam menyusun sistem untuk kita bisa lebih berintegritas dalam upaya untuk melakukan proses akademik,” katanya.

Sambungnya, Prof Hamdan mengatakan kasus ini tak perlu dibesar-besarkan.

“Jadi saya kira kita tidak perlu terlalu jauh mempertanyakan masalah kode etik itu, tapi insyaallah itu akan menjadi pertimbangan terbaik bagi kita semua ke depan,” sambung Prof Hamdan.

Dari peristiwa perdamaian ini, Dema Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Muslimin M. berharap agar kedepannya kejadian yang diduga pungli namun hanya kesalahpahaman ini tidak terulang lagi.

“Semoga kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini, sebab sangat tidak bisa di benarkan dan bisa merusak citra kampus sebagai kampus peradaban dan ber background islami,” harap Muslimin M.

Lanjut, Ia juga mengatakan harusnya KPKE sigap untuk berikan sanksi bagi yang melakukan pungli agar ada efek jera.

“Patutnya KPKE sigap untuk memberikan sanksi agar masalah ini tidak berkepanjangan sehingga permasalahan yang ada di FKIK dapat segera berkurang di tengah banyak nya masalah yang ada, agar FKIK ini tidak untuk selalu menjadi sorotan akibat ulah pimpinan. Perlu ada efek jera yang diberikan agar jadi contoh dan pelajaran bagi semua pihak Apalagi seorang pimpinan fakultas yang melakukan hal seperti itu,” tutup Ketua Dema FKIK.

Penulis: Sugya Selfi.R (Magang) 

Editor: Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami