Antara Ekonomi dan Kesehatan: Mana yang Lebih Didahulukan?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Doc pribadi\Muhammad Dwi Aprinandhi.

Oleh: Muhammad Dwi Aprinandhi

Sebagai negara berkembang, perekonomian Indonesia tidak kuat menghadapi gejolak dunia yang diakibatkan pandemi Covid-19. Berbagai badan ekonomi Internasional seperti Bank Dunia memperkirakan pandemic ini akan mengikis pertumbuhan ekonomi nasional hingga hanya berada pada kisaran -3,5% sampai dengan 2,1% pada tahun 2020 bahkan sampai memasuki awal tahun 2021 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia diprediksi belum bisa membaik. Namun, pemerintah yakin dan optimis di sepanjang 2021 perekonomian bisa tumbuh 4,8% – 5,8% (Positif).

Pandemi Covid-19 memberikan dampak dan tantangan yang cukup berat terhadap Ekonomi dan Kesehatan. Dengan adanya ketersediaan vaksin memberikan peluang yang sangat besar dalam proses pemulihan Ekonomi dan Kesehatan.

Kita perlu ketahui bersama bahwa pembangunan ekonomi pada sebuah negara akan memberikan sebuah realisasi yang baik apabila kesehatan masyarakat juga ikut membaik. Mengapa kami menjadikan tolak ukur pada nilai kesehatan. Karena, itu akan memberikan sebuah gambaran kehidupan yang dinamis, optimis, bermartabat, dan cerdas sehingga akan terbangun peningkatan ekonomi dan kesejahteraan sosial yang diharapkan.

Kemudian bagaimana cara mengatasi Kesehatan dan Ekonomi tersebut?
Dari sisi kesehatan, pada masa pandemic kesehatan menjadi bagian pritoritas yang dilakukan oleh pemerintah. Namun, tidak melupakan sisi ekonomi negara.

Nah, pelayanan kesehatan di Indonesia selama pandemic mengalami peningkatan yang sangat besar diakibatkan semakin melonjaknya jumlah pada kasus positif Covid-19. Kebijakan yang sangat perlu dan harus dilakukan pemerintah adalah menambah penyediaan pelayanan kesehatan dan fasilitasnya, setelah penyediaan tersebut sudah direalisasikan dengan baik maka diharapkan agar pemerintah memberikan pelayanan kesehatannya dengan penuh tanggungjawab dan fasilitas yang disediakan bisa memberikan rasa puas dan cukup baik bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

Selain itu, pemerintah harus menerjunkan berbagai ahli profesional dalam hal kesehatan agar bisa memberikan sosialisasi yang baik ditengah-tengah masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan.

Dari sisi ekonomi, setelah kita membahas terkait kesehatan, selanjutnya terkait kondisi perekonomian di Indonesia. Selama pandemic ekonomi Indonesia mengalami babak belur (kemerosotan) tajam diakibatkan pandemic Covid-19 bahkan ekonomi Indonesia mengalami resesi di sepanjang 2020 melalui informasi Badan Pusat Statistik dan Kementerian Perekonomian Indonesia.

Berbagai kebijakan ekonomi telah dilakukan pemerintah mulai dari pembuatan kartu pra kerja, bantuan langsung tunai, dan penerapan kebijakan lainnnya agar bisa membantu dan meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Nah, selama pandemic ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar kondisi ekonomi dan kesehatan mengalami keseimbangan yang sama.

Contohnya saja dengan kebijakan PSBB, PPKM, dan kebijakan lainnya. Namun, selama pemberlakuan kebijakan tersebut hanya kondisi ekonomi yang sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan kesehatan masyarakat, padahal kesehatan adalah priorotas bagi suatu negara. Mengapa demikian? Karena, penambahan positif kasus Covid-19 semakin bertambah dari hari ke hari diakibatkan akses kerumunan masyarakat kembali dibuka dan masih banyak masyarakat yang lalai terhadap protokol kesehatan.

Sehingga dari berbagai media di dunia bahkan WHO memberikan sebuah pengumuman bahwasanya negara yang terbaik dalam penanganan pandemic Covid-19 khususnya Asean adalah Vietnam dan negara kita tercinta berada pada urutan bawah dalam penanganan pandemic ini.

Dengan adanya berbagai media yang memberikan informasi terkait penanganan pandemic dari sisi kesehatan dan ekonomi pada suatu negara maka negara kita tercinta bisa mengambil manfaat dan pembelajaran dari berbagai negara yang telah berhasil menerapakan kebijakan ekonomi dan kesehatan dengan baik.

Pertama, Indonesia harus memberikan penyelarasan yang sama melalui kebijakan baik pusat maupun daerah. Sebab, ada beberapa penerapan yang dilakukan oleh pemerintah pusat tidak sama dengan penerapan kebijakan yang dilakukan daerah.

Olehhnya itu kebijakan stabilisasi sosial, ekonomi, dan kesehatan harus satu arah dan terorganisir dengan baik mulai dari pemerintah pusat bahkan sampai ke tingkat RW dan RT. Kedua, penyediaan pelayanan kesehatan dan fasilitasnya harus ditambah sehingga memberikan kemudahan dalam penanganan pandemic covid-19, ketersediaan vaksin harus diperbanyak dan dipercepat, dan penerapan protokol kesehatan harus lebih diperketat sebab penerapan PSBB dan PPKM belum menjamin bahwa masyarakat menerapkannya dengan baik. Ketiga, penerepan berbagai kebijakan ekonomi yang telah dilakukan pemerintah baik itu Kartu Pra Kerja, Bantuan Langsung Tunai dan kebijakan lainnya bisa lebih dimaksimalkan lebih baik lagi disebabkan masih banyak masyarakat pedesaan belum mendapatkan bantuan tersebut.

Olehnya itu kesehatan dan ekonomi adalah sesuatu yang tidak bisa terpisahkan disituasi pandemic saat ini. maka terkait mana yang lebih didahulukan? Semuanya sama-sama penting baik kesehatan maupun ekonomi cuman bagaiamana penerapan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, jika kebijakan yang diambil terorganisir dengan baik Insyaa Allah perlahan demi perlahan kondisi yang dialami negara kita tercinta bisa mulai membaik ditambah dengan adanya vaksin sebagai salah satu bagian yang penting untuk memberikan kekuatan pada tubuh kita dan memberikan kemudahan pada proses Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI), semester VI.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami