KMP UIN Alauddin Turut Salurkan Bantuan Ke Korban Bencana Sulbar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Kerukunan Mahasiswa Pinrang (KMP) berikan bantuan sembako ke masyarakat Kecamatan Botteng utara, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (22/01/2021).

Washilah – Kerukunan Mahasiswa Pinrang (KMP) UIN Alauddin Makassar turut menyalurkan bantuan sosial kepada korban bencana gempa bumi di Kecamatan Botteng Utara, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (SulBar), Jumat (22/01/2021/).

Farid selaku penanggungjawab bantuan sosial menyatakan bahwa pengumpulan dana dilakukan dengan open donasi dan dilakukan selama empat hari.

“Pengumpulan dana berawal dari inisiatif teman-teman dari KMP UIN, lalu teman teman melihat beberapa masyarakat di Kabupaten Pinrang yang ingin menyumbang tetapi tidak tahu mau dibawa kemana, sehingga teman-teman buka open donasi di beberapa titik di Kabupaten Pinrang,” paparnya.

Mereka membawa bantuan dari Kabupaten Pinrang menuju Kabupaten Majene. Ketua Umum KMP, Siraj Munir Aris menjabarkan bantuan yang diberikan berupa sembako.

“Mungkin dari jenis sembakonya, ada beras sebanyak 350 kg, makanan instan sebanyak kurang lebih 30 dos, ada air mineral kurang lebih 28 dos kemudian ada makanan ringan sebanyak 6 kardus, pakaian sebanyak 5 karung kemudian obat-obatan dua kardus, ada juga kebutuhan anak bayi sebanyak 5 kardus serta makananya,” Ujar Siraj.

Pada misi kemanusiaan tersebut, Siraj Munir Aris menyatakan KMP melakukan distribusi langsung ke lokasi bencana.

“Lokasi penyaluran kami di Botteng Utara, Kabupaten Majene, melihat regulasi bantuan yang ada mewajibkan memperlihatkan kartu keluarga yang sudah tertumpun bangunan menjadi alasan kami dari KMP UIN Alauddin untuk turun ke lokasi, mengantar bantuan donasi sebagai misi kemanusiaan KMP,” Kata Siraj.

Lanjutnya, mahasiswa Akidah Filsafat Islam (AFI) tersebut merasa risih dengan regulasi bantuan yang mengharuskan pengadaan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan bantuan.

“Saya sendiri merasa risih ketika sedang dalam kondisi kesusahan akibat gempa, lantas untuk mendapatkan bantuan harus dengan melalui prosedur yang sangat tidak masuk akal. Karena tidak semua korban bencana KKnya masih utuh. Bagaimana kiranya kalau ada warga yg KKnya sudah tertimbun bangunan atau kah sudah tiada. Apakah ia tidak boleh mendapatkan bantuan?,” ucapnya dengan penuh kekesalan.

Terakhir, Siraj berharap agar masyarakat objektif dalam berdonasi dan pemerintah kedepannya lebih tanggap dalam mengatasi bencana alam.

“Harapan saya untuk kiranya semua jenis bantuan dapat dibagi merata untuk seluruh korban bencana alam yang terjadi di Sulbar dengan survei yang secara objektif, bukan asal asalan berdonasi dan ternyata sudah kelebihan donasi. Dan juga pemertintah seharusnya memperhatikan kondisi supaya potensi bencana dapat teratasi dengan cepat dan tepat,” pungkas Siraj kepada reproter Washilah.

Penulis: Sugiya Selpi R & Fikri Mauluddin (Magang)
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami