Hikmah Pandemi dan Kehidupan Mahasiswa

Facebook
Twitter
WhatsApp

Oleh: Hikmah Aulia 

Pada bulan Desember 2019 telah dilaporkan bahwa virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 pertama kali muncul. Virus jenis baru tersebut menyebabkan gangguan pernapasan sehingga menyebar keseluruh negara di dunia.

Melihat virus corona telah tersebar, organisasi kesehatan dunia WHO mendeklarasikan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global, wabah yang meletus dimana-mana, menggemparkan seluruh dunia dan salah satunya negara Indonesia yang menjadi salah satu negara yang dihinggapi penyakit mematikan ini, virus ini menyebar begitu cepat hingga tiga bulan setelah laporan pertama di Wuhan China. Organisasi kesehatan dunia World Healt Organisation (WHO) mengirimkan surat peringatan kepada pemerintah Indonesia untuk sigap siaga dalam menangani wabah mematikan ini, sebagai tindakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus banyak negara yang menerapkan lockdown untuk menghentikan segala aktivitas keluar maupun yang akan masuk kedalam negeri.

Dari dua kasus positif merambah menjadi puluhan kasus, berdasarkan informasi yang diterima disetiap pemberitaan bahwa kini Indonesia semakin meningkat angka kasus positif, sehingga pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh aspek yang bekerja diberbagai instansi agar melaksanakan work form home atau WFH, bahkan dunia pendidikan pun ikut diberhentikan untuk sementara waktu dan dialihkan untuk belajar di rumah, sejak saat itu aktivitas seluruh masyarakat dibatasi bahkan tak satupun masyarakat yang dapat keluar rumah serta berkeliaran kecuali ada hal yang mendesak.

Tak hanya Indonesia yang menerapkan sistem pembelajaran dan perkuliahan secara online maupun daring, tetapi negara-negara lain pun melakukan sistem yang sama walaupun dengan cara yang berbeda dan tingkat keefektifan yang berbeda. Tentu saja dengan sistem belajar yang baru ini mengharuskan kita sebagai siswa maupun mahasiswa harus belajar beradaptasi dengan keadaan yang sangat mendadak ini, tapi ada beberapa negara yang berhasil beradaptasi sehingga dapat menekan angkat kasus kematian dan berhasil melakukan lockdwon secara berkala.

Kini proses belajar mengajar dilaksanakan secara online atau daring, awalnya para siswa dan mahasiswa merasa senang karena bisa merasakan libur selama belajar panjang dengan kebijakan yang dideklarasikan pemerintah mengatakan libur hanya kurung waktu selama dua minggu, tetapi sesaat berjalannya waktu angka kasus positif dan kematian covid 19 semakin meningkat membuat pemerintah kembali memaklumatkan surat pengunduran aktif sekolah dalam waktu yang tidak ditentukan.

Waktu berjalan dengan keadaan yang sedikit kisruh akibat pemberitaan media terkait covid 19 semakin memanas, angka kasus positif covid 19 semakin hari semakin meningkat membuat masyarakat sedikit khawatir dan ketakutan. Pemerintah semakin memperketat peraturan WFH agar seluruh masyarakat tetap berdiam diri dirumah dan mengurangi aktivitas diluar rumah, walaupun dengan seperti itu masih dan tetap saja ada masyarakat yang melanggar peraturan tersebut.

Membatas diri untuk tetap tinggal di rumah dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan banyak sekali akibat. Walaupun tujuan dan maksud untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 ini memang tepat sasaran, namun hal ini dapat menimbulkan banyak dampak terutama alih sektor perekonomian dan pendidikan di Indonesia. Banyak sekali dampak negatif serta kerugian yang harus diterima oleh industri besar dari kalangan menengah sampai bawah yang berujung Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal.

Belum lagi sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar terpaksa harus menggunakan sistem online atau daring. Meskpiun belum ada hasil penelitian yang mengatakan seberapa besar efektivitas belajar daring ini dibandingkan dengan belajar secara tatap muka, tetapi realitanya telah membuktikan banyak siswa maupun mahasiswa yang mengeluhkan dengan belajar jarak jauh kebanyakan dari mereka lebih menyukai belajar secara tatap muka atau face to face seperti biasanya.

Fenomena tersebut sungguh memberikan banyak dampak yang tidak baik dari segi mental maupun aspek kejiwaan seseorang, terutama kepada siswa dan mahasiswa yang harus merelakan menatap layar selama berjam-jam entah itu dalam suasana menerima materi atau berkutat dengan tugas-tugas berantah yang diberikan dari dosen. Ketidaksiapan diri ini memaksa mahasiswa mau tidak mau harus mengikutinya. Hal ini mengharuskan mahasiswa membiasakan diri dengan keadaan yang baru yang mungkin akan menimbullkan stress.

Selain itu, minimnya kegiatan atau aktivitas yang dilakukan di rumah yang dimana kebiasaan seorang mahasiswa aktif bersosialisasi dengan kerabatnya harus dibatasi dengan segala keterbatasan sehingga membuat mahasiswa bingung mencari kesibukan didalam rumah yang serba terbatasi.

Tak hanya bicara soal terbatasnya aktivitas untuk berinteraksi, tetapi susahnya kuliah daring ini dengan beberapa kekurangan-kekurangannya yaitu kendala jaringan yang lemot bahkan madat pada saat melakukan proses belajar sehingga itu semua membutuhkan dana untuk membeli paket internet, belum lagi tugas yang mengharuskan mengakses internet untuk mencari referensi untuk memenuhi tugas-tugas yang diberikan oleh Dosen tidak terikat waktu sehingga membuat kita harus selalu stand by, semua itu gejala yang menunjukkan bahwa tidak efisiennya melakukan kuliah daring, tidak efisien dalam hal waktu, tenaga dan biaya.

Tetapi terlepas dari pandemi covid 19, semua orang dituntut untuk lebih menghargai waktu dan mandiri dalam menjalankan amanah dalam hidup terlebih disaat kita berada dalam keadaan kesulitan. Terutama mahasiswa dengan adanya kejadian seperti ini sudah seharusnya lebih mengajarkan untuk lebih memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan mampu memainkan perannya didalam kehidupan masyarakat.

Sebagai agent of change dan pengontrol kehidupan sosial, langkah awal mahasiswa menjadi warga yang aktif dan pemimpin. Mahasiswa dapat berkesempatan melakukan tindakan pencegahan terhadap virus covid 19 ini dengan mengajarkan orang yang ada disekitar untuk sementara berdiam diri di rumah saja dan keluar apabila ada hal yang begitu mendesak. Sebagai kaum yang berintelektual sudah seharusnya memberikan contoh yang baik.

Meski hanya bisa berkutat dengan jejaring sosial, tak membatasi mahasiswa untuk bertindak kreatif dan produktif itu salah satu cara agar kehidupan mahasiswa tidak melulu tentang dampak yang sering mahasiswa keluhan, contohnya mahasiswa dapat membuat gerakan bersama mahasiswa satu Universitas maupun kampus seluruh Indonesia. Mahasiswa dapat mengajak masyarakat melalui media online untuk saling membahu untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak serta dapat membuka open donasi bagi masyarakat yang terkena dampak covid 19.

Selain itu, mahasiswa dapat melakukan gerakan sosial dan terjun langsung menjadi relawan satgas covid 19, mahasiswa juga dapat memberikan bantuan logistik berupa makanan, minuman, vitamin, masker dan handsanitizer kepada warga yang terkena dampak covid 19, dengan seperti itu seluruh elemen dapat saling memberikan pertolongan dengan saling membahu untuk menyudahi penyebaran covid 19.

Walaupun kendala utama mahasiswa yaitu menjalankan proses belajar secara daring itu tak seharusnya menjadi penyebab semua anak-anak bangsa tambah bobrok dalam hal pendidikan, dan setelah mengulas apa saja dampak dan akibat yang ditimbulkan dari kejadian tersebut, mahasiswa bisa menggunakan kesempatan ini menjadi ajang untuk mendapatkan teman baru serta dapat memperbanyak komunikasi dengan teman dan anggota komunitas se profesi guna untuk membangun jejaring/ komunitas yang dapat menambah wawasan, ilmu, serta informasi tentang lowongan kerja, seminar dan loka karya.

Mempersiapkan diri untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mendalami materi yang sebelumnya telah didapatkan sungguh akan berguna bagi masa depan kelak, terutama bagi kalian yang ingin mendaftarkan diri menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), serta mempeljari ilmu tentang teoritis jika ingin mendaftarkan diri sebagai CPNS.

Dibalik kehidupan kita yang hanya sebatas dirumah saja, sudah seharusnya kita sebagai mahasiswa mahir mencari kesibukan baru tentunya yang bermanfaat dan bernilai positif, berguna untuk diri sendiri maupun orang lain, contohnya seperti melakukan olahraga secara rutin, membantu orang tua berkebun, menulis, serta melakukan kegiatan amal dan proaktif untuk melakukan kegiatan sosial tentunya bermanfaat bagi banyak orang.

Di masa pandemi seharusnya dapat membuka pikiran kita, walaupun serba terbatas tentunya kita dapat menciptakan pekerjaan sesuai dengan hobi dan fashion kita, belajar berwirausaha bisa kapan dan dimanapun apalagi dimasa pandemi seperti ini, kita dapat memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-sebaiknya dari pada bermalas-malasan dan tidak produktif maka dari itu mulailah untuk menciptakan pekerjaan yang sesuai dengan hobi kalian dan bisa menghasilkan uang.

*Penulis Merupakan Mahasiswi Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Semester V. 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami