Oleh: Nadia Hamrawati Hamzah
28 Oktober yang sering kita peringati sebagai hari Sumpah Pemuda sejak tahun 1928 hingga sekarang. Sumpah pemuda adalah momentum penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda dianggap sebagai ikrar pembentuk semangat dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
Dengan memperingati hari sumpah pemuda, kita kembali mengenang perjuangan para revolusioner terdahulu dalam membentuk persatuan, ini juga menjadi salah satu cara memupuk rasa nasionalisme yang kian hari kian memudar dikarenakan perkembangan zaman.
Pada zaman membentuk persatuan, para pemuda serta kaum terpelajar di Indonesia berkumpul untuk merumuskan gagasan sebuah ikrar yaitu bertumpah darah yang satu, berbangsa yang satu, dan menjunjung bahasa persatuan.
Sekarang sudah 92 tahun setelah kongres pemuda II diadakan dimana para perwakilan pemuda mengikrarkan sumpah pemuda. Pada hari ini, persatuaan sudah terbentuk makadari itu tugas kita sebagai pemuda masa kini adalah merawat persatuan tersebut.
Jika sebuah bangsa ingin merawat persatuannya, maka yang perlu dilakukan adalah meningkatkan dan mengembangkan potensi generasi pemuda masa kini. seperti kita ketahui bahwa pemuda mempunyai banyak sekali potensi tetapi kurang sekali wadah untuk menampung segala potensi yang ada.
Pemuda masa kini bukanlah mereka yang hanya jadi penonton atas perjuangan tetapi mereka yang sadar bahwa harapan bangsa berada di genggamannya. sadar bahwa segala perubahan bisa terwujud dengan bergeraknya pemuda, merealisasikan segala bentuk teori teori yang ia dapatkan di bangku pendidikannya.
Pemuda masa kini dapat merawat persatuan dengan cara menanamkan jiwa-jiwa kepemudaan dalam diri kita, senantiasa mempererat persaudaraan serta cinta akan keberagaman. Tetap menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme yang membuat kita tetap cinta kepada bangsa kita bangsa Indonesia.
Semoga kita menjadi salah satu dari sepuluh pemuda yang disebutkan oleh Bung Karno, yang ketika bersatu bisa mengguncangkan dunia. Semoga kita tidak mewarisi abunya sumpah pemuda tetapi mewarisi apinya sumpah pemuda.
ingat, pemuda itu tidak banyak baperan tapi banyak berperan.
*Penulis Merupakan Mahasiswi Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).











