Fakta Kasus Pungli Dosen di FEBI Segera Diumumkan Tim Investigasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: Berbagiriviews.com

Washilah – Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mulai serius merespon kabar dugaan adanya pelanggaran pungutan liar atau pungli oleh oknum dosen terhadap mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir atau skripsi salah satu jurusan di Fakultas tersebut.

Informasi adanya dugaan pelanggaran tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 368 ayat 1 dengan ancaman maksimal sembilan bulan kurungan penjara dan atau Pasal 374 KUHPidana dengan ancaman maksimal lima tahun tersebut, mulai santer dibicarakan civitas akademika pada akhir Agustus lalu.

Dekan FEBI, Prof Abustani Ilyas diketahui telah membentuk tim investigasi internal untuk mencari kebenaran dari tangkapan layar, berisi percakapan antara dosen dan mahasiswa akhir. Di situ sang dosen nampak berupaya meminta sesuatu terhadap Amor (bukan nama sebenarnya), mahasiswa yang kebetulan diuji dalam sidang skripsi.

Tim investigasi diketuai Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Dr Muhamad Wahyudin Abdullah dibantu beberapa pimpinan fakultas dan jurusan. Tim tersebut sabagai upaya pengusutan kasus yang bisa mencoreng nama baik UIN Alauddin, sebagai salah satu universitas favorit di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Iya, sudah ada tim untuk itu. Kami sementara bekerja maksimal. Insya Allah dalam waktu dekat hasilnya akan disampaikan secara tertulis kepada pimpinan fakultas, dan seterusnya kepada KPKE (Komisi Penegakan Kode Etik),” kata Wahyudin Abdullah kepada Washilah melalui pesan Whatapp, Selasa (15/9).

Meski begitu, Wahyudin belum mau terburu-buru mengungkap fakta atau temuan yang didapatkan timnya terkait kasus mencenangkan tersebut. Dia juga tidak merinci kapan dan bagaimana tim tersebut dibentuk. “Biarkan kami kerja dulu,” imbuhnya.

Dia juga enggan menjelaskan hasil kinerja sementara tim yang dipimpinnya. Wahyudin berdalih ekspose kasus dugaan oknum dosen nakal, bakal disampaikan resmi oleh Dekan. “Karena data masih terus diolah, ditelaah, dan dianalisis oleh tim. Baiknya setelah pekerjaan ini, baru diekspose. Tim sedang bekerja dengan sangat konservatis dan penuh kehati-hatian,” pungkas Wahyudin.

Diketahui presiden Jokowi pada Oktober 2016 lalu, juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Tim tersebut bekerja sesuai Perpres 87 tahun 2016 yang dikendalikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam) dengan beranggotakan unsur kepolisian, jaksa agung, kemendagri, Kemenkum HAM, PPATK, Ombudsman Republik Indonesia, BIN, dan Polisi Militer TNI.

 

Penulis: Arya Nur Prianugraha

Editor: Nurul Wahda Marang

 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami