Aku tahu engkau,
Yah dirimu adalah sebuah kewajiban
Kewajiban yang lahir dari kesepakatan
Bersama dengan pemegang kekuasaan
Akupun memahami engkau
Dirimu yang dapat mensejahterakan
Sebab dirimu menjamin fasilitas kenyamanan
Yang akhirnya engkau menguntungkan
Engkau hadir bukan tanpa alasan
Hadir sebagai ejawantah jasa
Dari pemegang kuasa yang berkepentingan
Untuk musyarakah yang berkebutuhan
Engkau begitu bermanfaat
Bagi sekumpulan kepentingan bersama
Itu pun bila dirimu diperlakukan dengan baik
Seperti anak tunggal kesayangan ibu bapak
Namun engkau begitu bisa pula merugikan
Bila dirimu di salahgunakan
Oleh mereka yang tak memikirkan dosa
Lupa dengan amanah penciptanya
Hai tuan-tuan pemegang kekuasaan!
Apa kabar regulasi kewajiban?
Masih adakah transparansi pajak kami?
Kewajibanku telah kutunaikan sebagai objek!
Kini giliranmu yang menunaikan!
Kewajiban fasilitas yang engkau janjikan!
Diriku begitu bersemangat tanpa sebutir keluh!
Memenuhi kewajiban sebagai rakyat untuk membayar pajak!
Namun belakangan ini serasa aneh akan dirimu
bertingkah seolah amnesia akan janjimu
Lupa janji fasilitas yang layak nan nyaman,
Yang engkau berikan wahai pemegang kursi jabatan.
Perlu tuan-tuan ketahui
Ada pajak ada fasilitas
Jika pajak adalah kewajibanku
Maka menikmati fasilitas adalah hakku
Jika fasilitas tidak engkau beri
Maka jangan engkau paksa diriku
Untuk tidak menjalankan kewajibanku
Hingga akhirnya aku bersikap bungkam padamu
Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum semester IV.











