Pajak Oleh Abdullah

Facebook
Twitter
WhatsApp

Aku tahu engkau,

Yah dirimu adalah sebuah kewajiban

Kewajiban yang lahir dari kesepakatan

Bersama dengan pemegang kekuasaan

 

Akupun memahami engkau

Dirimu yang dapat mensejahterakan

Sebab dirimu menjamin fasilitas kenyamanan

Yang akhirnya engkau menguntungkan

 

Engkau hadir bukan tanpa alasan

Hadir sebagai ejawantah jasa 

Dari pemegang kuasa yang berkepentingan

Untuk musyarakah yang berkebutuhan

 

Engkau begitu bermanfaat

Bagi sekumpulan kepentingan bersama

Itu pun bila dirimu diperlakukan dengan baik

Seperti anak tunggal kesayangan ibu bapak

 

Namun engkau begitu bisa pula merugikan

Bila dirimu di salahgunakan

Oleh mereka yang tak memikirkan dosa

Lupa dengan amanah penciptanya

 

Hai tuan-tuan pemegang kekuasaan! 

Apa kabar regulasi kewajiban? 

Masih adakah transparansi pajak kami? 

Kewajibanku telah kutunaikan sebagai objek! 

 

Kini giliranmu yang menunaikan! 

Kewajiban fasilitas yang engkau janjikan! 

Diriku begitu bersemangat tanpa sebutir keluh! 

Memenuhi kewajiban sebagai rakyat untuk membayar pajak! 

 

Namun belakangan ini serasa aneh akan dirimu

bertingkah seolah amnesia akan janjimu 

Lupa janji fasilitas yang layak nan nyaman, 

Yang engkau berikan wahai pemegang kursi jabatan. 

 

Perlu tuan-tuan ketahui

Ada pajak ada fasilitas

Jika pajak adalah kewajibanku

Maka menikmati fasilitas adalah hakku

 

Jika fasilitas tidak engkau beri 

Maka jangan engkau paksa diriku

Untuk tidak menjalankan kewajibanku

Hingga akhirnya aku bersikap bungkam padamu

 

Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum semester IV.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami