Mahasiswa Adang Mobil Dinas Rektor UIN Alauddin Makassar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Melawan Takdir (Al-Maun) mengadang mobil dinas Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis, Senin (6/7/2020).

Washilah – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Melawan Takdir (Al-Maun) mengadang mobil dinas Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis, Senin (6/07/2020) sore tadi.

Hal tersebut dilakukan oleh Al – Maun karena tidak adanya kejelasan, dari audiensi antara Ketua Lembaga Kemahasiswaan (LK) dengan Pimpinan kampus yang berlangsung di Ruang Senat lantai IV Gedung Rektorat.

Setelah audiensi tersebut, Rektor dikawal oleh pihak keamanan untuk keluar dari Gedung Rektorat, dan tidak mengacuhkan permintaan mahasiswa untuk menandatangani penangguhan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 491.

Akibatnya mahasiswa terus mengikuti, dan mengadang mobil Rektor UIN Alauddin. Pengadangan dilakukan sepanjang jalan, mulai dari Kampus II UIN Alauddin hingga Masjid Ceng Ho di yang ada di Hertasning. Massa aksi yang mengadang, beberapa kali direpresif oleh pihak keamanan kampus.

Sementara itu, Rektor yang mengendarai mobil dinas Toyota Alphardnya, tidak turun menemui massa aksi dan hanya mengabaikan pertanyaan yang beberapa kali dilontarkan oleh reporter Washilah.

Bendahara Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa  Universitas (Bendum Dema-U), Nurkhalisa M Musa mengungkapkan bahwa pengadangan yang dilakukan oleh mahasiswa adalah bentuk dari kekecewaan terhadap hasil audiensi.

“Kami mengadang Rektor karena kami ingin meminta tanda tangannya di surat pernyataan, sebab dalam forum audiensi pimpinan berjanji akan merapimkan hasil audiensi, makanya surat pernyataan itu harus ditanda tangani sebagai pegangan bagi kami untuk menagih di kemudian hari,” ucapnya.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini juga mengatakan bahwa mahasiswa akan terus mengawal isu ini.

“Kami akan terus mengawal, kami akan tetap ada dan berlipat ganda,” tutupnya.

Penulis: Arya Nur Prianugraha
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami