Aku lebih suka dikatakan liberal
Daripada menjadi orang yang jumud dalam berpikir
Aku lebih suka disebut sekuler
Daripada menjadi orang yang penakut menalar agama
Aku lebih suka dianggap beraliran sesat
Daripada menjadi orang yang terkungkung dalam satu mazhab
Aku lebih suka dituding kafir
Daripada menjadi orang yang mudah menyalahkan keyakinan orang lain
Bahkan
Aku lebih suka dituduh tak bertuhan
Daripada menjadi orang yang hanya bisa mewarisi tuhan-tuhan masyarakat
Karena kemunafikan
Bukan hanya soal perkataan dan tindakan
Tapi kemunafikan
Juga perihal ketidakberanian mengungkapkan pikiran
*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah & Komunikasi (FDK), semester VIII.











